Viona terus saja berjalan dengan cepat, tanpa mempedulikan Surya.
"Viona, tunggu!" Surya berusaha mencegah Viona pergi. Tapi Viona yang sudah terlanjur tersinggung, terus saja berjalan.
Surya berlari mengejar dan menghalangi langkah Viona.
"Aku antar kamu pulang!" ucap Surya. Lalu Surya menarik tangan Viona, kembali ke rumahnya.
"Aku enggak mau ke rumah kamu!" sahut Viona.
"Aku ambil motor dulu, Viona," ucap Surya dengan sabar.
"Aku tunggu di sini!" sahut Viona lagi.
"Oke. Tapi jangan kemana-mana."
Viona mengangguk. Lalu Surya segera berlari mengambil motornya.
Viona pun menepati janjinya. Dia tak kemana-mana. Menunggu Surya.
"Mama kok gitu sih? Kasihan kak Viona tau, Ma," ucap Sinta yang masuk ke kamar Rahma.
"Udahlah, kamu diam aja dulu. Ini urusan Mama sama kakak kamu!" sahut Rahma.
"Tapi Sinta kan enggak enak sama kak Viona, Ma!" ucap Sinta dengan kesal.
Sinta ingat, bagaimana baiknya ibu Viona menyambut mereka saat di kampung halamannya Viona.
"Bilang aja Mama lagi banyak pikiran! Udah sana kamu siap-siap. Sebentar lagi kita ke butik!" ucap Rahma.
Sinta keluar dari kamar Rahma sambil cemberut.
Surya mengantar Viona lagi. Tapi tidak ke tempat kos Viona. Karena tadi mereka belum sempat makan, Surya mau mengajak Viona cari makan dulu.
"Mau kemana?" tanya Viona. Jalan yang diambil Surya bukan jalan ke arah kosannya.
"Cari makan. Aku laper," jawab Surya.
Surya sengaja tak menawari Viona lebih dulu. Karena bisa dipastikan Viona akan menolaknya.
Dan benar saja. Viona diam tak protes. Masa iya orang bilang laper, tidak mau mengantar.
Surya mencari tempat makan yang nyaman. Biar dia bisa menghibur Viona yang lagi kesal pada mamanya.
Sementara setelah puas menangis, Nadia keluar dari kamarnya. Menangis cukup lama, membuatnya kembali lapar. Padahal tadi pagi dia sudah makan bareng kedua orang tuanya.
Nadia turun dari tangga dengan mata sembab. Sampai di bawah, ketemu dengan Susi yang sudah siap pergi.
"Kamu abis nangis?" tanya Susi sambil melihat mata Nadia.
"Enggak!" jaw…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 196 BAPERAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments