Yudis dibantu dokter Frans, menahan tubuh Susi.
"Maaf, Nad. Bisa kamu bangun dulu?" pinta Yudis.
Nadia mengangguk dengan lemah, dan berusaha bangun. Sebelumnya dia rapikan dulu pakaiannya. Perutnya masih terasa lengket.
Perlahan Nadia yang juga masih syok, turun dari ranjang tempatnya diperiksa.
Setelah Nadia turun, Yudis dan dokter Frans meletakan Susi di atas ranjang itu.
Perawat yang baru saja masuk ke ruangan dokter Frans pun ikut menolong menyadarkan Susi.
Nadia hanya bisa menatap Susi dengan lemah. Yudis menghampiri dan memapah Nadia ke kursi.
Yudis khawatir kalau Nadia juga pingsan seperti Susi.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Yudis pada Nadia pelan.
Nadia belum bisa menjawab. Dia hanya mengangguk dengan lemah.
"Aku tolongin mamamu dulu, ya," ucap Yudis.
Nadia kembali mengangguk. Dan Yudis pun kembali menghampiri Susi.
Yudis dibantu seorang perawat menolong Susi. Dokter Frans kembali ke kursinya.
"Kenapa ini?" tanya perawat muda itu pada Yudis.
"Hanya syok," jawab Yudis sambil melonggarkan pakaian Susi.
Dokter Frans menatap Nadia yang masih sangat syok.
"Ada masalah?" tanya dokter Frans pada Nadia dengan lembut.
Nadia terdiam.
"Kamu sudah menikah?" tanya dokter Frans lagi.
Nadia menggeleng.
Dokter Frans menghela nafasnya.
"Baik. Kalau begitu, jaga kandunganmu baik-baik. Saya buatkan resep vitamin untuk janinmu. Biarkan dia berkembang dengan baik dan sehat."
Demi menghemat waktu juga, dokter Frans menuliskan resep vitamin untuk Nadia.
Bagaimanapun di luar masih banyak pasien yang mengantri. Dokter Frans tak ingin calon pasiennya menunggu terlalu lama.
"Ini. Nanti kamu ambil di bagian farmasi." Dokter Frans memberikan secarik kertas resep pada Nadia.
Nadia menerimanya sambil menatap tulisan di atas kertas yang tak bisa dibacanya.
Dokter Frans kembali berdiri dan menghampiri ranjang.
"Suster. Ambil brankar. Pindahkan ibu ini ke ruangan lain," ucap dokter Frans pada perawat.
"Iya, Dok." Perawat itu pun menurut dan segera mencari bantuan re…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 218 SUSI PINGSAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments