Yogi dan keluarganya masuk duluan ke dalam rumah sakit. Mereka menuju ruang emergency.
Nadia sengaja mengajak Susi jalan belakangan saja. Sebab mereka belum tahu dimana Rahma berada. Meskipun mereka bisa saja bertanya pada bagian informasi.
"Kenapa sih? Mama buru-buru, nih." Susi menepiskan tangan Nadia yang menahan lengannya.
"Itu Yogi sama orang tuanya," sahut Nadia.
Nadia masih ingat wajah orang tua Yogi, saat mereka ketemu di restauran.
"Oh, itu calon besannya Rahma? Yang waktu itu ketemu di restauran kan?" Susi juga masih ingat kejadian itu. Tapi Susi lupa dengan wajah mereka.
"Iya, Ma. Biar mereka duluan aja. Kita belakangan," sahut Nadia.
"Memangnya kenapa? Kita kesini bukan untuk menemui mereka. Kita mau lihat kondisinya Rahma," ucap Susi.
"Ma...Nadia enggak enak!" sahut Nadia dengan kesal.
"Kalau kamu merasa enggak enak, tadi enggak usah ikut aja!" Susi merasa sangat kesal pada Nadia.
Susi menganggap Nadia selalu membuatnya jadi enggak enak juga pada orang lain.
"Ya udah, deh." Nadia menurut.
Tapi karena perdebatan tadi, membuat mereka tetap berada di belakang keluarga Yogi.
Nadia dan Susi sampai di dekat ruang IGD. Di sana sudah berkumpul keluarga Surya, lengkap dengan kedua eyangnya.
Begitu juga keluarga Yogi.
Mereka semua dalam keadaan sangat cemas. Apalagi Surya, keadaannya sangat berantakan. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya sembab dan pipinya memar.
Dari kejauhan Nadia melihatnya. Persis seperti saat Surya berkelahi dengan Doni. Waktu itu pipi Surya memar dan bibirnya robek.
Apa yang terjadi sama dia? Apa dia berkelahi lagi? Tapi sama siapa? Nadia hanya bisa bertanya-tanya dalam hati.
"Ma...Mama bawa masker enggak?" tanya Nadia.
Bau menyengat obat-obatan dan wangi karbol, membuat kepala Nadia pusing.
"Ngapain kamu minta masker? Mau sembunyi?" Susi sudah negatif thinking saja pada Nadia.
"Enggak, Ma. Nadia enggak betah. Bau obat banget ini," jawab Nadia.
"Namamya rumah sakit, ya bau obat. Kalau mau bau masakan, sana ke rumah makan!" sahut Susi.
Nadia cem…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 205 INTUISI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments