"Nadia! Kamu makan apaan?" tanya Susi.
"Cilok, Ma. Enak. Cobain deh." Nadia mengulurkan plastik yang berisi cilok bumbu kacang.
"Ih, ngapain sih makan gituan? Kayak enggak ada makanan lain aja!" sahut Susi.
Seumur-umur, Susi tak pernah makan makanan begituan. Lihat gerobaknya saja Susi sudah merasa geli. Belum lihat penjualnya yang kadang orangnya dekil.
Padahal mungkin kalau Susi mencobanya sekali, bakalan ketagihan.
Tapi namanya orang kaya, lihat makanan dengan harga murah, langsung negatif thinking.
"Enggak mau ya udah. Nadia makan sendiri." Nadia kembali menusuk pentol cilok dan memakannya dengan lahap.
Susi keheranan melihatnya. Tapi enggan mencoba.
"Udah, ayo kita pulang," ajak Susi.
"Mama udah selesai jenguk tante Rahmanya?" tanya Nadia.
"Tante Rahma belum boleh dijenguk. Besok aja kalau kondisinya udah sadar dan membaik, kita jenguk lagi," jawab Susi.
"Enggak mau, ah. Nadia enggak kuat sama bau obat-obatannya," sahut Nadia.
"Besok Mama bawain masker. Kalau perlu, berlapis-lapis. Biar enggak nembus baunya," ucap Susi.
"Enggak bisa nafas dong." Nadia ngomongnya sambil berjalan mengikuti Susi ke parkiran mobil. Dan tentunya sambil mengunyah cilok.
"Udah, buang sana!" ucap Susi setelah sampai di dekat mobilnya.
"Iih. Belum abis juga." Nadia buru-buru menghabiskannya. Meskipun sebenarnya bisa saja dihabiskan di dalam mobil, tapi daripada Susi bawel terus, mending segera dihabiskan.
Susi masuk ke dalam mobil. Nadia menyusul setelah membuang bungkus ciloknya.
Dari kejauhan, Sinta melihat Nadia makan cilok. Dia pun jadi ngiler. Lalu Sinta pun mencari penjualnya.
Beruntung penjual ciloknya belum pergi. Jadi Sinta bisa membelinya.
Setelah membeli, Sinta kembali masuk ke dalam. Tadinya Sinta mau cari makanan kecil untuk camilannya.
Akhir-akhir ini Sinta sering sekali ngemil. Dimanapun Sinta selalu membawa camilan. Sampai Yogi merasa heran.
Karena biasanya Sinta jarang sekali ngemil. Kecuali saat lagi ngobrol.
Yogi dan Surya menghampiri Sinta.
"Kamu dari mana?" tanya Yo…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 207 SINTA PUN SAMA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments