Setelah hampir satu jam menunggu, pelaku penabrakan dan keluarganya datang.
"Mas Surya! Silakan masuk. Mereka sudah datang," panggil Hartono.
Surya yang duduk agak jauh dari ruangan Hartono, segera beranjak. Diikuti oleh Yogi yang lagi asik merokok. Yogi membuang puntung rokoknya.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Hartono. Dan mata Surya menangkap sosok wanita yang dikenalnya.
Celyn.
Celyn pun menatap Surya dengan terkejut.
"Surya....!"
"Celyn....!"
"Lho, kalian kenal?" tanya seorang wanita hampir setengah baya. Yang tak lain adalah mamanya Celyn.
"Dia Surya, Ma. Teman sekolah Celyn," jawab Celyn.
Wanita yang dipanggil mama oleh Celyn, menatap wajah Surya. Lalu beralih pada Yogi yang hanya diam. Diam-diam Yogi lagi mengagumi wajah cantik Celyn.
"Lalu korbannya?" tanya Dina. Mamanya Celyn.
"Nadia. Dia tidak bisa hadir di sini. Kakinya masih bengkak dan luka yang dijahit belum kering. Saya wakilnya," jawab Surya tanpa mengatakan seperti di surat pernyataan damai yang tadi ditandatanganinya, bahwa dia kakak dari Nadia.
Surya menatap wajah lelaki yang duduk di sebelah Celyn. Lelaki seumurannya. Mungkin lebih tua sedikit. Dengan luka tertutup perban di dahinya.
Yogi yang tadi berapi-api ingin memberi pelajaran pada pelakunya, hanya bisa diam. Dia lagi terpesona dengan Celyn.
"Silakan duduk, Mas Surya," ucap Hartono. Kali ini dia bertindak sebagai mediator. Dia akan menengahi mereka kalau terjadi ketidaksepahaman.
"Kenalkan, saya Dina. Mamanya Defa." Dina memulai pembicaraan.
Surya mengangguk dengan sopan.
"Defa kakakku, Sur," ucap Celyn menambahkan.
Surya melihat wajah keduanya yang sangat jauh berbeda. Celyn dengan wajah yang menawan, kulit putih mulus dan tinggi semampai bak model.
Sedangkan Defa, terlihat dekil dengan warna kulit coklat terpanggang matahari. Rambut gondrong acak-acakan.
Pakaiannyapun mencerminkan kalau dia anak jalanan. Tepatnya anak punk. Dengan tatto dan tindikan di sekujur tubuhnya.
Defa menatap Surya dengan tajam. Surya pu…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 36 BAPER
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments