Rahma keluar lagi dari kamarnya. Dia sangat gelisah menunggu kedatangan Yogi nanti sore.
Padahal hampir tiap pagi Yogi datang menjemput Sinta. Bahkan kadang ikut makan pagi bersama, kalau tidak kesiangan.
Siang atau sorenya, Yogi juga selalu mengantar Sinta pulang. Kadang juga tetap di rumahnya karena Yogi terus lanjut ngobrol dengan Surya.
Tapi hari ini terasa berbeda bagi Rahma. Perasaannya tidak tenang.
Sementara Toni juga merasakan hal yang sama dengan Rahma. Meskipun dia lebih terlihat tenang. Tapi Toni jadi kurang fokus pada pekerjaannya.
Toni sampai ditegur oleh sekretarisnya.
"Pak Toni lagi tidak enak badan?" tanya Yudi. Sekretaris pribadi Toni.
Toni memilih sekretaris laki-laki biar lebih nyaman. Rahma pun tak merasa curiga. Karena menurut Toni, kalau istri sudah curiga, konsentrasi bekerja jadi terganggu.
"Enggak. Aku baik-baik aja, kok," jawab Toni.
"Syukurlah. Tapi Bapak terlihat sangat gelisah. Apa Bapak lagi punya masalah?" tanya Yudi lagi.
Meski usia Yudi jauh di bawah Toni, tapi dia seringkali memberi nasehat pada bosnya. Toni sering menceritakan persoalannya pada Yudi. Sekedar untuk meringankan beban pikirannya saja.
"Enggak apa-apa, Yud. Nanti jam tiga, aku pulang, ya," ucap Toni.
"Iya, Pak. Ada acara?" tanya Yudi.
"Enggak. Cuma ada sedikit urusan aja, di rumah. Biasa. Soal anak-anak," jawab Toni.
Yudi mengangguk. Meskipun dia bakal dapat limpahan pekerjaan dari bosnya.
Sementara Novia yang membawa Sinta ke butik, masih asik memilih pakaian terbaik buat mereka berdua.
Novia yang dari dulu merindukan anak perempuan, merasa sangat senang bisa mengajak Sinta tanpa penolakan.
Novia sampai lupa memberi kabar ke keluarga Sinta kalau bakal mengundang mereka makan malam.
"Kamu suka yang warna apa, Sinta?" tanya Novia di depan jajaran pakaian model terbaru.
"Kok saya, Ma?" tanya Sinta tak mengerti. Dia tak berpikir kalau Novia bakal membelikannya pakaian. Apalagi di sebuah butik mahal.
"Iya, kamu sama Mama. Kita nanti couplean. Setuju, kan?"
"Iya, Ma…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 180 SALAH TANGGAP
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments