Surya menatap wajah Nadia. Lalu menghela nafasnya. Dan membuang dengan kasar.
Hhh! Kenapa Celyn mesti mengirimkan pesan padanya? Dan kenapa Nadia mesti melihatnya? Dan kenapa juga aku begitu bodoh, tak memasukan ponselku ke dalam tas? Surya merutuki dirinya.
Kalau begini, bakal lebih susah lagi membuka pintu hati Nadia. Padahal tadi sudah mulai terkuak. Dengan Nadia menerima ciuman darinya dan tidak menolak. Meskipun Nadia mengatakan agar Surya melupakannya.
Ingin sekali rasanya Surya menelpon Celyn dan memaki-makinya. Tapi itu jelas tidak mungkin.
Bukan salah Celyn juga mengirimkan pesan padanya. Hanya waktunya yang tidak tepat.
Surya menundukan wajahnya. Dia *******-***** telapak tangannya dengan frustasi.
Haruskah aku melupakan ciuman tadi seperti permintaan Nadia? Dan haruskah aku tak mengharapkan Nadia lagi?
Saat Surya sedang berperang dengan perasaannya sendiri, Susi datang membawa sepiring cake yang katanya kesukaan Nadia. Juga tiga cangkir teh hangat.
"Eh, ngapain pada bengong? Ini Mama buatkan teh buat temen makan cake," ucap Susi memecah keheningan diantara Nadia dan Surya.
"Iya, Ma," sahut Nadia.
"Iya, Tante." Jawaban Surya berbarengan dengan Nadia.
"Kalian ini kompak banget. Jawab aja bisa barengan begitu," ucap Susi. Dia tersenyum bahagia. Dan berdoa dalam hatinya, semoga Nadia dan Surya selalu kompak selamanya.
"Mama bisa aja," sahut Nadia.
"Tante bisa aja." Surya pun menjawab membarengi Nadia.
"Tuh kan bareng lagi. Hahaha. Kelihatannya kalian memang....jodoh. Hahaha." Susi tertawa senang.
Nadia dan Surya tak berani lagi menjawab. Takut berbarengan lagi dan Susi akan semakin meledek mereka.
"Diam berarti setuju. Ayo dimakan." Susi mengambil piring yang berisi cake dan mendekatkan pada Surya agar mengambilnya.
Surya pun mengambil satu potong. Lalu Susi mendekatkan juga pada Nadia.
Nadia yang memang sangat menyukainya, langsung mengambil dan memakannya.
"Nah gitu dong. Makannya bareng biar makin kompak. Kalau jodoh itu makanannya mesti sama. Mama ke kama…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 39 PINTU ITU BELUM TERBUKA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments