Akhirnya dokter yang menangani Rahma keluar. Kalau dokter Lucky sudah pulang duluan. Karena di rumah sakit sudah ada dokter jaga.
Mereka semua berlari mendekat. Kecuali Surya dan Nadia tentunya.
Nadia merasa badannya lemas. Dia butuh minum. Tapi belum ada yang mengambilkannya.
Surya menatap sekilas ke arah Nadia. Sejenak tatapan mereka beradu. Dan sama-sama saling membuang pandangan.
Surya berdiri. Lalu ikut mendekat ke dokter. Surya mencoba mendengarkan penjelasan dokter.
Dan Surya bisa bernafas dengan lega. Karena mamanya masih bisa tertolong. Meskipun dalam beberapa hari ini harus opname dulu di rumah sakit. Untuk menghindari serangan lagi.
Surya beringsut pergi, tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.
Surya mencari tempat yang jualan air mineral. Dia tahu gimana rasanya orang yang tidak minum setelah selesai muntah.
Tadi dilihatnya, tak ada satupun yang memberikan minum pada Nadia.
Seandainya Nadia memang benar-benar sedang hamil, ini akan menjadi tanggung jawab Surya. Tidak memberi minum untuk ibunya, tapi pada anak dalam kandungannya.
Misalnyapun Nadia tak hamil, anggap saja sodaqoh. Begitu pikir Surya. Agar dia tak punya beban pikiran lagi.
Setelah mendapatkan both tempat jualan air minum, Surya membeli dua botol. Satu air mineral dan satunya lagi minuman rasa jeruk. Yang mungkin bisa menyegarkan tenggorokan Nadia.
Tak lama, Surya pun menghampiri Nadia.
"Ini. Minumlah." Surya memberikan satu botol air mineral yang telah dibukanya.
Nadia menatap wajah Surya. Lalu menerimanya. Karena diapun memang sangat membutuhkan.
"Terima kasih," ucap Nadia. Lalu menenggak sampai tinggal setengahnya.
Surya membuka botol satunya. Minuman rasa jeruk kesukaan Nadia. Lalu mengulurkannya pada Nadia.
Nadia kembali meraih dan meminumnya sedikit.
"Kamu kenapa?" Surya nekat bertanya. Dia berharap Nadia mau jujur mengatakan padanya.
"Enggak apa-apa. Cuma masuk angin aja," jawab Nadia. Dia tak bohong. Karena setahu Nadia ya begitu. Yang dirasakannya hanya kepala berputar saat terlal…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 206 NADIA KENAPA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments