Doni dan Maria kembali ke meja semula. Mereka pasang wajah biasa saja. Seolah tak terjadi apa-apa.
Nadia menatap wajah Doni. Matanya sedikit menyipit. Memperhatikan benar-benar mulut Doni yang terlihat belepotan.
Nadia pun menatap wajah Maria. Lipstiknya sudah tak semenor tadi.
Kayaknya lipstik wanita ini udah pindah ke bibir Doni. Katanya ibu tiri, tapi kok?
Atau jangan-jangan, mereka...?
Banyak tanya di kepala Nadia.
Lalu Nadia terkikik. Dia berusaha menahan tawanya, tapi lolos juga dari mulutnya.
"Ada apa, Nad?" tanya Doni.
"Enggak apa-apa," jawab Nadia. Lalu menundukan wajahnya, berusaha menyembunyikan tawanya.
"Kamu kenapa?" tanya Susi yang duduk di dekat Nadia, pelan.
Nadia membisiki Susi.
Hah....!
Susi terperangah mendengarnya. Lalu spontan menatap Doni dan Maria bergantian.
Susi menghela nafasnya.
Dasar anak kurang waras. Istri bapaknya, diembat juga. Batin Susi.
Dan karena Susi semakin merasa gerah dengan suasana yang tak menyenangkan, juga jijik melihat mulut Doni yang belepotan lipstik, Susi menyenggol tangan Haris.
"Pa. Kita pulang yuk," ajak Susi pelan.
Tak biasanya Susi mengajak pulang saat diajak ketemuan dengan relasi Haris.
Haris yang juga jengah dengan obrolan yang menurutnya hanya buang-buang waktunya saja, memgangguk setuju.
"Pak Tedi. Sepertinya kami masih punya acara lain. Obrolan kita lanjutkan kapan-kapan saja. Kami permisi, Pak," ucap Haris dengan sopan.
"Lho, kok pulang?" tanya Tedi.
"Kami masih ada acara di tempat lain. Ayo, Ma. Nanti keburu malam." Haris yang sudah berdiri, mengajak Susi segera berdiri juga.
Tanpa disuruh dua kali, Susi dan Nadia berdiri. Lalu menyalami mereka satu persatu.
"Mari. Kami duluan," ucap Susi dengan sopan. Tangannya menggandeng tangan Nadia.
"Nad. Kamu pulang dengan aku aja, ya," ucap Doni.
"Terima kasih, Don. Aku sama mama dan papa aja. Duluan, ya," sahut Nadia.
Idih! Jijik amat aku jalan ama dia lagi. Batin Nadia.
Seperti tadi saat berangkat, Haris berjalan di depan. Susi dan Nadia mengikuti dari belak…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 185 KELUPAAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments