Sementara Nadia turun dari angkot dan berjalan menuju komplek perumahan orang tuanya.
Siang yang terik, membuat Nadia merasa sedikit pusing. Tapi dia masih bisa menahannya.
Di depan sebuah rumah yang membuka warung kelontong, Nadia berhenti.
"Bu. Saya mau minuman yang dingin dong," ucap Nadia.
"Eh, Neng Nadia. Tumben jalan kaki?" tanya bu Nur, pemilik warung.
Bu Nur kenal Nadia dan keluarganya, karena mereka sama-sama penghuni lama. Dan bu Nur mengenal Nadia sejak Nadia masih kecil.
"Iya, Bu. Tadi saya berangkat diantar papa. Pulangnya kepingin naik angkot," jawab Nadia.
Bu Nur juga sangat mengenal orang tua Nadia. Apalagi dengan Susi yang sering belanja di warungnya, meskipun setiap bulan tetap belanja di supermarket.
Karena bu Nur tak menyahut ataupun mengambilkan minuman dingin untuk Nadia, dia pun mengambilnya sendiri dari dalam showcase.
Lalu Nadia menenggaknya sampai hampir habis.
"Haus banget ya, Neng?" tanya bu Nur.
"Iya, Bu. Panas banget cuacanya," jawab Nadia. Lalu kembali menenggak minumannya hingga kandas.
"Berapa, Bu?" tanya Nadia.
"Kok tumben pulangnya enggak diantar mas Surya?"
Bu Nur kembali tak menjawab pertanyaan Nadia. Dia malah menanyakan hal lainnya.
Nadia menghela nafasnya.
"Surya masih banyak kuliah, Bu. Pulangnya duluan saya!" jawab Nadia berbohong.
"Kenapa enggak ditungguin? Entar diambil orang, lho." Bu Nur malah meledek Nadia.
"Biarin ajalah, Bu. Masih banyak yang lainnya!" sahut Nadia.
"Jangan gitu, Neng. Nyari yang ganteng dan baik kayak mas Surya, susah lho," ucap bu Nur.
Selain mengenal keluarga Nadia, bu Nur juga mengenal keluarga Surya. Dan bu Nur sering melihat Nadia bersama Surya sejak mereka SMA.
Nadia tak mau menjawab lagi. Karena pasti akan makin panjang.
"Bu. Ini harganya berapa?" tanya Nadia sambil mengangkat botol minumannya yang sudah kosong.
"Oh, itu. Murah, Neng. Kalau sama Neng Nadia mah lima ribu aja," jawab bu Nur. Padahal harganya memang segitu.
Nadia merogoh kantong celananya.
"Nih, Bu. Ambil kembaliannya!" Nadia lang…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 175 ENGGAK MAU KALAH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments