Rahma keluar dari kamar Sinta. Dia merasa yakin kalau anak gadisnya masih belum dewasa.
Hhh. Dia masih kekanak-kanakan. Masih bau kencur. Masa begituan aja enggak tau. Rahma tersenyum sendiri.
"Dari mana, Ma?" tanya Toni yang lagi asik membaca berita di media online. Toni duduk selonjoran di atas tempat tidur.
"Dari kamar Sinta," jawab Rahma. Lalu naik ke tempat tidur dan duduk di sebelah Toni.
"Ngapain?" tanya Toni lagi.
"Ngobrol, Pa." Lalu Rahma menceritakan hasil investigasinya.
"Busyet, Mama udah kayak detektif aja," komentar Toni.
"Ya harus dong, Pa. Mereka kan udah pada gede. Mama udah gak bisa mengikuti kemana mereka pergi. Jadi jalan satu-satunya, ya mengorek cerita dari mereka." Rahma merasa telah berbuat yang terbaik buat anak-anaknya.
"Hebat kamu, Ma. Papa jadi makin cinta sama Mama." Toni mengecup kening istrinya.
"Ah, Papa. Mama jadi pingin," sahut Rahma dengan manja.
"Pingin apa?" goda Toni, pura-pura tidak paham.
"Papa, iih. Masa begitu aja mesti diperjelas sih." Rahma mulai merajuk.
Lalu tangan Rahma mulai menggerayangi suaminya. Toni berusaha menahan nafas. Konsentrasinya membaca berita jadi hilang.
"Ma....masih sore. Anak-anak kan belum pada tidur." Toni menahan tangan Rahma.
"Oh, iya. Surya juga baru saja pamit pergi." Rahma menarik tangannya.
"Pergi kemana?" tanya Toni. Matanya melirik jam dinding. Sudah hampir jam sembilan malam.
"Tadi sih bilangnya ke rumah temannya. Yogi," jawab Rahma.
Untuk mengisi waktunya, Rahma meraih hape dan mulai membuka aplikasi novel online.
"Udah malam kok main ke rumah teman. Apa enggak mengganggu keluarganya?" Toni tak mau kalau anaknya dianggap mengganggu keluarga orang lain yang mau istirahat.
"Sebentar lagi Mama telpon deh. Biar cepet pulang. Dan kita bisa...." Rahma sengaja menahan kalimatnya.
"Bisa apa?" goda Toni lagi.
"Papa, iih. Bikin bete aja!" Rahma benar-benar merajuk.
"Ngambek.... Mama kalau ngambek begini makin memggemaskan."
Toni yang sebenarnya tergugah juga akibat rabaan Rahma…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 58 ANAK BAU KENCUR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments