Nadia pun begitu sampai rumah, langsung minta makan. Memang sih mereka tadi belum sempat makan malam.
Susi tidak ikut makan. Katanya mau menunggu Haris pulang. Hatis bilang, dia belum sempat makan malam. Saat ini lagi di jalan dari luar kota.
Kalau Nadia jelas saja tak mau menunggu lagi. Dia langsung menuju meja makan begitu sampai rumah.
Susi hanya menemani Nadia saja. Dan kembali geleng-geleng kepala melihat porsi makan Nadia yang super banyak.
Dia sangat keheranan melihat perut Nadia yang kecil tapi bisa muat banyak makanan.
Dan begitu selesai makan, Nadia langsung pamit naik ke kamarnya. Susi berusaha mencegahnya. Karena bisa dipastikan, Nadia bakalan langsung tidur.
"Tunggu papa pulang dulu. Ada yang mau kita bicarakan," ucap Susi berbohong.
Susi hanya bikin-bikin alasan saja, supaya Nadia tidak buru-buru naik dan tidur.
"Bicara apaan, Ma?" tanya Nadia.
"Nanti aja, tunggu papa kamu pulang." Susi tak mau mengatakannya. Karena dia pun belum tahu, hal apa yang mesti dibicarakan nanti.
"Papa masih lama, Ma. Jam segini kan jalanan macet." Nadia pun mencari alasan buat menolak ajakan Susi.
"Mana ada jam segini macet. Udah malam, kok," sahut Susi.
"Ya udah, deh. Nadia mau ganti baju dulu. Gerah. Keringetan." Nadia buru-buru naik sebelum Susi mencegahnya lagi.
Nadia bukan gerah karena habis pergi, tapi karena barusan makan terlalu banyak dan pedas juga.
Nadia yang biasanya tak mau makanan pedas, sekarang apa saja disikatnya. Bahkan tadi siang, makan sambelnya pun banyak.
Nadia memang tak bohong. Dia ganti pakaian begitu sampai di kamarnya. Bantal dan guling serasa melambaikan tangan minta dipeluk oleh Nadia.
Tapi keinginan itu ditepisnya. Selain dia sudah janji pada Susi untuk segera turun lagi, Nadia pun merasakan gerah.
Padahal kamarnya ber-AC. Tapi sepertinya Nadia butuh udara segar. Nafasnya terasa sesak. Perutnya pun begah. Karena kekenyangan.
Nadia turun ke lantai bawah. Susi masih menunggunya di ruang tengah bawah tangga.
Susi tersenyum melihat Nadia tak menging…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 208 NASEHAT UNTUK NADIA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments