Mata Sinta langsung terbelalak. Bahkan serasa mau loncat.
"Kakak...!" Suara Sinta bergetar.
Surya mengangguk lemah.
"Ada apaan nih?" Yogi yang melihat dari kejauhan Sinta seperti sedang syok langsung mendatangi.
Dia tak tega juga melihatnya.
Surya melihat ke arah Yogi. Ingin rasanya dia menonjok muka Yogi yang terlihat nyebelin.
"Enggak ada apa-apa!" jawab Surya.
Yogi duduk di sebelah Sinta.
"Maaf kejadian yang tadi, Bro. Gue cuma lagi capek aja. Jadi langsung naik," ucap Yogi pada Surya.
"Jangan minta maaf sama aku. Minta maaf sama Sinta," sahut Surya.
"Kamu mau memaafkan aku kan, Cinta?" tanya Yogi pada Sinta.
Sinta langsung mengangguk. Lalu Yogi mencium puncak kepala Sinta dengan lembut. Sinta pun tersenyum.
Surya memperhatikannya.
"Semudah itu?" tanya Surya.
"Iya. Semudah Kakak memaafkan kak Nadia, kan?" sindir Sinta.
Surya melengos kesal. Selalu saja masalahnya dengan Nadia yang dijadikan senjata bagi Sinta.
"Kak. Aku mudah memaafkan A Yogi, karena masalah kami hanya sekedar salah paham saja. Bukan soal orang ketiga atau gagal move on!" ucap Sinta. Kembali dia menyindir Surya.
"Hh! Memangnya Yogi udah move on dari Viona?" tanya Surya.
"Ish! Jangan bawa-bawa Viona dong, Bro. Dia udah bahagia dengan Putra. Masa iya gue mesti mengusik kebahagiaan orang lain?" sahut Yogi.
"Aku percaya sama mereka kok, Kak. A Yogi enggak akan mencolek-colek kak Viona lagi. Iya enggak, A?" Sinta menoleh ke Yogi.
"Eeh...! Sembarangan aja. Siapa yang main colek-colekan?" Yogi tak terima.
"Ya kali aja. Hehehe." Sinta terkekeh.
Yogi mengacak rambut Sinta.
"Jangan bilang gitu ah. Entar ada yang cemburu. Noh!" Yogi melirik ke arah Dewa.
"Tangannya aja segede tales Bogor. Saingan ama popeye." Yogi langsung menutup mulutnya. Enggak enak juga kalau kedengeran yang punya tangan.
"Oke. Sekarang kembali lagi ke masalah kak Nadia. Kapan Kakak melakukannya?" tanya Sinta.
"Bentar bentar. Melakukan apaan nih?" tanya Yogi yang belum paham.
"Udah, enggak usah dibahas dulu! M…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 143 MAKAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments