Sinta dan Yogi keluar dari kamar setelah mereka rapi. Begitu Yogi membuka pintu, mereka disuguhi pemandangan yang fantastik.
Surya sedang menggendong Nadia dengan kedua tangan Nadia yang melingkar di leher Surya.
"Hah...!" Sinta dan Yogi melongo melihatnya.
Surya pun terbelalak melihat Sinta dan Yogi keluar dari kamar di sebelah kamar Nadia.
Saking terkejutnya, Surya hampir saja melepaskan gendongannya.
Nadia hampir saja terjatuh, kalau Dewa tak segera menangkapnya.
Nadia langsung menatap Dewa yang berada persis di depannya. Sekejap pandangan mereka bertemu.
Surya buru-buru membetulkan tangannya agar Nadia bisa kembali didekapnya.
Dewa pun segera menjauh lagi dan memeluk bahu Viona.
Ah, benar-benar pemandangan yang membuat Sinta dan Yogi tak percaya melihatnya.
"Kita ke ruang makan," ucap Surya.
"Aku turun aja, Sur," ucap Nadia. Nadia semakin tak enak karena di situ ada Sinta juga Yogi.
"Kenapa?" tanya Surya. Surya masih siap memggendong sampai kemanapun Nadia mau.
Tanpa menjawab, Nadia melepaskan tangannya dan berusaha turun. Surya pun melepaskan tangannya perlahan.
"Kalian menginap di sini juga?" tanya Surya menatap Sinta dan Yogi.
Mereka berdua mengangguk bersamaan.
"Ayo kita ke ruang makan. Kita bicarakan di sana," ajak Surya. Dia sebagai kakak dari Sinta, merasa wajib tahu kenapa Yogi tidur sekamar dengan adiknya.
"Dewa, kalian ikut aja," ucap Surya sambil memandang Dewa dan Viona.
"Kalian saja. Kami barusan sarapan. Viona memasakan sarapan istimewa untukku tadi. Kami tunggu di lobby saja," sahut Dewa.
Dewa merasa tak enak, karena sepertinya Surya ingin menanyakan sesuatu pada Sinta dan Yogi.
Hah? Memasakan sarapan, pagi-pagi? Berarti mereka tidur berdua? Di rumah Viona? Apa mereka sudah menikah? Tanya Nadia dalam hati.
Karena setahunya, Viona masih punya orang tua di rumahnya. Tak mungkin memasukan lelaki begitu saja, bahkan sampai menginap.
"Ya udah. Kalian tunggu di lobby. Di sana juga ada cafe," sahut Surya. Dia pun merasa tak nyaman d…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 153 SURYA IRI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments