"Lama amat ke toiletnya, Bro," tanya Yogi pada Surya.
"Iya. Sekalian liat live show!" jawab Surya.
"Oh ya? Memangnya ada live show, Kak?" tanya Sinta.
"Ada. Tadi aku lihat. Tapi sekarang udah bubar," jawab Surya.
Yogi langsung paham. Ini pasti live show dalam tanda kutip. Bukan live show seperti yang dipikirkan Sinta.
"Kok live shownya dibelakang? Bukannya di tempat makan? Apa di belakang sana masih ada ruangan lagi?" tanya Sinta.
"Udah. Dibohongin kamu sama Surya," ucap Yogi pelan.
Sinta langsung manyun mendengarnya.
Setelah acara makan selesai, Yogi meminta ijin keluar sebentar untuk merokok. Seperti kebiasaannya yang sudah dihafal semua orang.
Surya juga ikutan pamit sebentar. Rahma melotot ke arah Surya. Yang dipelototin cuma nyengir. Lalu pergi mengikuti Yogi.
"Biarkan saja, Rahma. Namanya juga anak muda. Nanti juga ada waktunya mereka berhenti," ucap Novia, melihat Rahma tadi melotot ke arah Surya.
Rahma menghela nafasnya.
"Paling juga merokok. Mungkin Toni dulu juga pernah merokok waktu mudanya?" tanya Novia.
"Dulu. Sekarang udah berhenti sama sekali," jawab Toni.
"Nah kan. Aku bilang juga apa? Ada saatnya bakal berhenti sendiri. Jadi biarin aja," sahut Novia.
Rahma terpaksa mengangguk.
Jujur Rahma kurang suka kalau anaknya merokok. Meskipun Surya laki-laki dan sudah dewasa juga.
Bagi Rahma, merokok itu tidak keren. Hanya membuat mulut jadi bau, bibir kering dan berwarna pekat. Belum lagi ancaman penyakit yang mengintai.
Tapi di saat seperti ini, Rahma tak bisa berbuat apa-apa. Malu juga sama calon besan kalau harus memarahi Surya yang telah dewasa, hanya masalah rokok.
Surya dan Yogi memilih tempat di teras samping restauran. Di sana memang disediakan area bebas merokok. Selain di halaman depan.
Mereka pun mulai menyalakan rokok yang dibawa Yogi. Seperti biasanya, Surya nebeng rokok Yogi.
Surya jarang membeli rokok sendiri. Karena dia bukanlah perokok sejati seperti Yogi. Hanya sesekali saja saat kepingin atau bete.
"Yog. Kamu lihat Nadia enggak?" tanya Sury…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 184 MENJILAT LUDAH SENDIRI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments