Susi keluar lagi dari kamarnya setelah ganti baju.
"Ya ampun, Nadia...! Tidur lagi?" seru Susi dengan suara cemprengnya.
"Masih ngantuk, Ma," sahut Nadia yang mendengarnya.
"Ayo bangun! Jangan tiduran terus. Ngapain kek, biar badan kamu lebih enakan." Susi mengguncang bahu Nadia.
"Iih, Mama gangguin aja, sih!" Nadia membuka matanya yang terasa masih lengket.
"Bangun Nadia! Kamu itu kerjaannya tidur, makan. Ayo, bangun!"
Susi sangat kesal melihat hari-hari Nadia terakhir ini yang hanya diisi dengan tidur dan makan saja. Disuruh apa-apa alasannya mager.
Ada apa sih, ini anak? Biasanya kalau ada masalah, selalu bilang. Tapi kenapa sekarang enggak mau ngaku? Susi bertanya-tanya sendiri dalam hati.
"Bentar lagi, Ma," ucap Nadia. Dia berusaha merem lagi.
"Eit! Enggak ada nanti-nanti! Ayo bangun!" Susi menarik lengan Nadia agar bangun.
"Ngantuk banget, Mama!" ucap Nadia.
Tapi akhirnya Nadia bangun juga. Dia duduk di sofa.
"Bu. Kalau mau makan, udah siap semua," ucap mbok Nah.
Mata Nadia langsung berbinar. Pokoknya begitu dengar kata makan, dia langsung bersemangat. Seperti perutnya tak pernah merasa kenyang.
"Mau makan lagi?" tanya Susi.
Nadia mengangguk dengan senyuman mengembang.
Ck!
Susi berdecak sebal.
Kalau makan aja, langsung melek. Gerutu Susi dalam hati.
"Ya udah. Ayo makan. Daripada kamu tidur mulu!"
Susi berjalan duluan ke ruang makan. Nadia mengikutinya.
"Wah... Kayaknya enak, nih." Nadia semakin merasa lapar.
Ada sayur asem. Ikan goreng. Sambal terasi. Dan aneka goreng-goreng.
Nadia langsung menarik kursi dan duduk manis.
"Ambil sendiri! Jangan manja!" ucap Susi.
Nadia langsung cemberut. Tangannya masih terasa pegal karena tadi buat bantalannya tiduran.
Tapi terpaksa mengambil nasi dan lauknya sendiri.
Susi menghela nafasnya. Porsi makan Nadia dua kali lipat porsinya. Itu juga kadang masih nambah.
"Perut kamu enggak sakit, makan segitu banyaknya?" tanya Susi.
Susi bukannya tak membolehkan, tapi khawatir perut Nadia meledak. Baru jam makan siang, dia sudah makan…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 199 BANYAK ALASAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments