Surya memilih tidur di kamarnya. Otaknya lagi buntu, tidak bisa mikir apa-apa lagi.
Menjelang maghrib, Rahma mengetuk pintu kamar anaknya itu.
"Sur...! Surya...! Bangun, Nak! Udah mau maghrib, nih!" seru Rahma dari luar.
Tak ada jawaban. Dan Rahma terus saja mengetuk pintu kamar Surya. Dia khawatir anaknya akan melakukan hal-hal yang membahayakan.
"Belum keluar, Ma?" tanya Sinta yang mendengarnya.
Rahma menggeleng. Dia semakin panik saat Surya tak juga membukakan pintu.
Padahal Surya baru saja menggeliatkan badan. Antara sadar dan tidak, dia mendengar suara Rahma juga pintu diketuk.
Bisa jadi efek dari tidur yang terlalu lama dan melewati waktu pergantian hari. Dari siang, sore hingga menjelang gelap.
"Surya...! Buka pintunya!" Suara Rahma sudah semakin terdengar panik.
Toni pun ikut datang ke depan kamar Surya.
"Kak! Bangun, udah mau maghrib. Tidurnya dilanjut nanti lagi!" Sinta ikut memanggil kakaknya.
"Belum bangun juga, Ma?" tanya Toni. Dia berusaha bersikap tenang agar istrinya tidak semakin panik.
Padahal tetap ada kecemasan dalam dirinya. Sebagai seorang laki-laki yang juga pernah merasakan bagaimana sakitnya saat memperjuangkan cinta, Toni bisa mengerti apa yang sedang dirasakan Surya.
"Iya, Ma," jawab Surya dengan suara parau.
"Alhamdulillah...!" ucap Rahma. Dia bisa bernafas dengan lega. Begitu juga Toni dan Sinta.
"Udah, bubar....bubar! Ketegangan udah berakhir!" seru Sinta yang disambut dengan getokan pelan dari Rahma.
"Kamu itu!" Rahma suka gemas dengan Sinta yang kadang masih bersikap seperti anak kecil.
"Bangun dulu, Surya. Buka pintunya." Meski sudah bisa bernafas dengan lega, Rahma tetap tak bisa tenang kalau Surya belum membuka pintunya.
"Iya, Ma!" sahut Surya lagi.
Lalu pelan-pelan dia beranjak dari tempat tidurnya. Rahma dan Toni masih setia menunggu di depan pintu kamar.
Sinta yang sudah banyak ngobrol dengan Surya, tak begitu mencemaskan kakaknya. Sinta yakin kalau Surya bisa mengatasi keadaan seberat apapun. Dia cuma butuh…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 72 IRIT BICARA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments