Jam delapan Surya pamit masuk ke kamarnya. Setelah dia merasa tak ada lagi yang mau disampaikan orang tuanya.
Di kamarnya, Surya semakin gelisah. Dia hanya mondar mandir tak karuan.
Surya menyandarkan kepalanya di dinding. Dan membentur-benturkannya perlahan. Dia berharap dengan begitu akan ada jalan keluar terbaik baginya juga Nadia.
Keinginan orang tuanya saat ini, rasanya terlalu sulit untuk Surya. Dia paham kalau orang tuanya dan orang tua Nadia sangat mendukung hubungan mereka.
Tapi Nadia? Andai saja Nadia sudah membuka hati untuknya, ini akan sangat mudah dan menyenangkan. Bisa memiliki orang yang sangat dicintai.
Tapi kenyataannya tidak begitu. Surya cinta...Nadia enggak. Surya berharap...Sedang Nadia...dia mengharapkan laki-laki lain.
Ponsel Surya berdenting. Sebuah notifikasi pesan masuk dari Yogi.
Mau apa lagi dia? Surya membukanya.
Bro, nongkrong yuk. Bete gue. Itu isi pesan dari Yogi.
Surya menghela nafasnya.
Sepertinya ide yang cukup baik. Aku akan minta pendapat Yogi tentang ini. Semoga manusia satu itu bisa memberi pencerahan.
Oke. Di mana? Tanya Surya.
Yogi menyebutkan sebuah nama cafe yang tak jauh dari kampus mereka.
Oke. Aku meluncur sekarang. Ketik Surya.
Lalu Surya segera meraih jaket dan kunci motornya.
"Mau kemana, Surya?" tanya Rahma.
"Ke rumah Yogi, Ma," jawab Surya berbohong. Sebab kalau menjawab mau ke cafe, mamanya suka negatif thinking.
"Jangan malam-malam pulangnya," sahut Rahma.
Surya mengangguk, lalu segera berlalu.
Sinta yang kebetulan keluar kamar, mendengarnya.
"Kak! Salam buat kak Yogi, ya!" seru Sinta.
Surya menoleh dan menatap Sinta tak suka. Meski Yogi teman akrabnya, tapi Surya tak suka kalau Sinta dekat-dekat dengan Yogi.
Surya tahu betul siapa Yogi. Tukang nongkrong. Bukan hanya di cafe, tapi juga di club-club malam.
Dunia Yogi boleh dibilang dunia malam. Dunia yang dikelilingi wanita-wanita cantik dengan pakaian minim dan minuman beralkohol.
Yogi seorang peminum yang handal. Meski menolak kalau dikatain pemabuk. Katanya, di…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 57 NEGATIF THINKING
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments