Sampai di rumah, Nadia langsung turun dari mobil dan berlari.
"Nadia! Jangan lari! Nanti kamu malah jatuh!" teriak Susi.
Bagi tetangga dekat, mendengar suara teriakan Susi sudah biasa.
Bu Yudi, tetangga di sebelah rumahnya, yang sempat mendengar teriakan Susi pun menoleh.
"Ada apa, Bu Susi?" tanya bu Yudi.
"Nadia masuk angin. Tadi di jalan muntah-muntah, Bu Yudi," jawab Susi.
"Owalah. Suruh istirahat, Bu. Apa dikerokin aja, biar cepat sembuh," ucap bu Yudi.
"Iya, Bu. Saya masuk dulu, ya," pamit Susi.
Susi pun segera mengejar Nadia.
Untungnya Nadia yang sudah sampai di kamar, tak menutup pintunya.
"Udah kamu rebahan dulu. Mama carikan minyak angin," ucap Susi. Lalu keluar dari kamar Nadia.
"Mbok...! Mbok Nah...!" panggil Susi dari tangga.
"Iya, Bu." Mbok Nah mencari sumber suaranya.
"Ealah, Ibu di situ, toh. Ada apa, Bu?" tanya mbok Nah.
"Ambilin minyak angin di kamarku! Cepetan!" jawab Susi.
Mbok Nah kalau tidak disuruh cepetan, suka lelet jalannya. Maklum, sudah tua.
"Iya, Bu. Siap!" Mbok Nah pun bergegas ke kemar Susi mencarikan minyak angin.
"Apa ibu masuk angin? Tapi kenapa malah berdiri aja di tangga? Bukannya masuk kamar, terus rebahan," gumam mbok Nah pelan.
Setelah menemukan yang dicarinya, mbok Nah bergegas naik.
"Loh, ibu kemana? Tadi di sini." Mbok Nah mencari keberadaan Susi.
"Bu! Bu Susi! Ibu dimana?" teriak mbok Nah.
Susi keluar dari kamar Nadia.
"Bawa sini, Mbok." Susi melambaikan tangannya.
Mbok Nah mengangguk. Lalu memberikan minyak anginnya pada Susi.
"Ibu masuk angin?" tanya mbok Nah.
"Nadia," jawab Susi. Lalu masuk lagi ke kamar Nadia.
Mbok Nah ikut masuk juga. Sebagai pembantu yang sudah kerja di rumah Susi sejak dulu, Mbok Nah merasa khawatir juga pada Nadia.
Susi membuka pakaian Nadia. Lalu membalurkan minyak angin ke seluruh badan Nadia.
"Apa enggak dikerokin aja, Bu?" tanya mbok Nah.
Susi belum menjawab.
"Biar cepet sembuh," lanjut mbok Nah.
Susi masih diam. Dia ingat dulu waktu Nadia kecil, dikerokin sama mbok Nah, malah nangis menjerit-jer…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 201 GOSIP HANGAT
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments