Mereka sampai di rumah makan yang direkomendasikan Viona.
"Kalian pasti bakal ketagihan makan di sini. Bukan cuma makanannya yang enak, tapi liat dong viewnya." Viona menunjuk ke arah laut lepas.
"Eh, iya. Liat, A...!" Sinta menarik tangan Yogi untuk ikut melihat ke arah laut.
"Mm. Bagus. Sepoy-sepoy juga. Bakalan ngantuk nih kalau abis makan," komentar Yogi.
"Kalau tidur, biarin aku tinggal di sini!" ancam Sinta.
"Yaelah! Tega amat. Masa ayangnya ditinggal? Entar kalau ada yang ngambil gimana?" sahut Yogi.
"Cari lagi! Yang kayak kamu mah banyak di minimarket!" sahut Surya.
"Sembarangan! Gue ini spesial edition. Pake telor! Dua lagi. Hahaha." Yogi tertawa ngakak.
"Gede apa kecil telurmu, Bro?" tanya Dewa iseng.
"Sedeng. Iya kan, Cinta?" tanya Yogi pada Sinta.
Sinta yang tidak paham dengan pertanyaan Yogi, cuma bengong.
Surya menoyor kepala Yogi.
"Awas aja kalau ngajarin Sinta yang aneh-aneh!" ancam Surya.
"Satpamnya marah, euy!" sahut Yogi. Lalu dia menarik satu kursi untuk Sinta. Dan satu lagi untuknya sendiri.
Viona hanya tersenyum melihat mereka. Candaan laki-laki kadang membuat sebagian wanita malu, sebagian lagi menikmati.
Tapi ada juga yang sama sekali tak paham. Contohnya Sinta.
Mungkin anak ini memang masih benar-benar lugu. Semoga aja Yogi bisa terus menjaganya. Jangan sampai Sinta lari dan jatuh pada lelaki yang salah. Batin Viona.
Seorang pelayan mendatangi mereka, membawakan buku menu.
"Silakan, ini menu di rumah makan kami. Ini kertasnya untuk menulis pesanan. Kalau sudah selesai, bisa panggil saya," ucap pelayan laki-laki dengan sopan.
Lalu pergi lagi ke meja lainnya.
"Ramah juga pelayannya," komentar Yogi.
"Ganteng pula!" sahut Sinta spontan.
Yogi mencolek bahu Surya yang duduk di dekatnya.
"Tuh, bukan gue yang ngajarin. Adik lu, langsung melotot liat yang bening-bening!" ucap Yogi. Ada sedikit rasa kesal, karena Sinta memuji lelaki lain di depannya.
"Cie...ada yang cemburu, nih!" ledek Dewa.
Surya memandangi Yogi dengan tatapan…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 142 PENGAKUAN SURYA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments