Setelah Nadia keluar dari kamar mandi, Susi menggandengnya naik ke lantai dua.
"Kamu ganti baju. Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Susi. Dia sangat khawatir dengan kondisi Nadia.
Meskipun fisik Nadia tak seperti orang penyakitan. Malah terlihat lebih segar. Karena sekarang Nadia sangat doyan makan.
Tapi kebiasaan baru lainnya, yang membuat Susi semakin cemas.
Susi tak mau kalau ternyata anaknya menyimpan penyakit berbahaya. Dan ketahuannya saat sudah parah.
"Kenapa harus sekarang sih, Ma? Nadia kan capek. Ngantuk." Nadia selalu saja berusaha menolaknya.
"Pokoknya sekarang. Mama enggak mau ya, kamu tiba-tiba ambruk gara-gara enggak ketahuan penyakitnya," ucap Susi.
"Iih, memangnya Nadia penyakitan?" Nadia langsung manyun.
"Mama juga enggak mau kalau kamu penyakitan. Makanya sebelum ada apa-apa, kamu diperiksa dulu," sahut Susi.
"Udah, buruan." Susi menarik tangan Nadia agar segera memilih pakaian ganti.
Nadia hanya berdiri mematung di depan lemari pakaiannya.
"Ayo cepetan." Susi ikut berdiri di samping Nadia.
"Apa Mama yang milihin?" tanya Susi.
Nadia menggeleng. Dia malas sekali kalau harus ganti pakaian.
Sejak di rumah terus, Nadia hampir tak pernah pakai baju formal. Hanya memakai baby dol saja.
Bahkan sekarang pun Nadia mengenakan baby dol. Hanya saja dia lapisi jaket tipis.
"Gini aja emangnya gak boleh, Ma?" tanya Nadia.
"Nadia. Kita itu mau pergi. Jangan bikin Mama malu dong. Pakai pakaian yang sopan!" jawab Susi.
Nadia berdecak kesal. Lalu mengambil satu stel baju longgar. Nadia merasa tidak nyaman kalau pakai baju yang ketat.
"Mama keluar dulu sana!" ucap Nadia.
Tanpa curiga, Susi keluar dari kamar Nadia.
"Mama tunggu di bawah. Jangan lama-lama," ucap Susi di pintu kamar Nadia.
"Iya, Mama. Bawel banget, ih!" gerutu Nadia.
Lalu setelah Susi pergi, Nadia mengunci pintu kamarnya. Dia melepaskan semua pakaiannya.
Lalu menatap dirinya di depan cermin besar lemari.
"Hmm. Badanku makin gemuk kayaknya," gumam Nadia.
Lalu, masih tanpa pakai…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 215 DAPAT KENALAN BARU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments