"Nadia! Dewa! Ayo makan," seru Susi dengan suara cemprengnya.
Nadia yang tadi pura-pura sibuk membuka buku pelajarannya, menoleh lagi ke arah Dewa.
"Ayo," ajak Nadia.
Dewa mengangguk. Lalu berdiri dan mengikuti langkah Nadia ke ruang makan.
Sebenarnya tadi sebelum berangkat ke rumah Nadia, Dewa sudah makan. Tapi kalau sekarang menolak, rasanya tidak enak.
Apalagi dia juga masih merasa grogi karena kejadian tadi dengan Nadia, Dewa hanya bisa menurut.
Di meja makan sudah tersaji aneka makanan yang enak-enak. Jelas saja, itu kan makanan restauran.
"Ayo Dewa, jangan malu-malu." Susi memberikan piring pada Dewa.
"Ambil. Ambil," ucap Haris mempersilakan Dewa mengambilnya duluan.
"Iya, Om." Dewa pun menurut saja.
Nadia masih terdiam. Jantungnya masih belum stabil. Kejadiannya hampir sama dengan saat mereka di atas bukit.
Cuma resikonya lebih besar sekarang. Karena kalau sampai ketahuan orang tuanya, bisa habis Nadia.
"Kamu kenapa diam saja, Nad?" tanya Susi yang melihat Nadia masih saja memegangi piringnya.
"Ee....Enggak apa-apa, Ma. Mama duluan aja," jawab Nadia gelagapan.
Dewa melirik ke arah Nadia. Nadia pun meliriknya sekilas.
"Kurang satu jadi enggak seru, ya?" Susi berfikir sikap diam Nadia karena ketidakhadiran Surya.
"Iya, Tante," sahut Dewa berbohong, untuk menutupi perbuatan mereka tadi.
"Sekali-kali berdua kan enggak apa-apa. Malah lebih konsen belajarnya. Coba kalau bertiga, kalian cuma becanda aja," ucap Susi. Bukan karena dia tidak suka dengan Surya, tapi kenyataannya memang seperti itu.
Tapi begitu kurang satu, seperti kehilangan energi. Hanya saling diam. Begitu pikir Susi.
"Ayah kamu kerja di mana, Dewa?" tanya Haris sambil makan.
"Ayah hanya pegawai kontrak, Om. Di perusahaan milik kawannya," jawab Dewa.
"Ooh. Memangnya ayah kamu keahliannya apa?" tanya Haris lagi.
"Saya kurang paham, Om. Kalau tidak salah di bagian kelistrikan," jawab Dewa.
"Kapan-kapan boleh juga ketemu Om. Di perusahaan yang sedang Om rintis masih banyak membutuh…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 20 JANJI DEWA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments