Langit sore itu tampak mendung, seolah turut merasakan beban yang menghimpit pundak Hana. Desakan Siska yang datang bertubi-tubi setiap hari layaknya teror, telah menguras habis energi dan kewarasan Hana.
Dengan langkah gontai dan mata yang bengkak, Hana menyeret langkahnya menuju makam Bu Inggit.
Hana jatuh terduduk di atas tanah yang masih basah. Isaknya pecah seketika, mengisi kesunyian pemakaman yang mencekam.
"Mengapa, Bu? Mengapa Ibu lakukan ini pada Hana?" rintihnya sambil membelai nisan yang dingin itu.
Tubuhnya luruh, bersimpuh di samping gundukan tanah yang masih dipenuhi sisa-sisa bunga mawar.
"Kenapa harus ada wasiat itu? Kenapa Ibu harus menarik Hana ke dalam intrik keluarga Ibu yang Hana tidak paham?" Hana memejamkan mata, membiarkan air matanya membasahi tanah.
"Tante Siska menyalahkan Hana karena Ibu meninggal... dia menuduh Hana pelakor. Tapi begitu dia tahu harta Ibu adalah kuncinya, dia berbalik memaksa Hana menikah demi uang itu. Kenapa Ibu setega ini pada Hana?"
Hana memeluk nisan Inggit dengan erat, mencari jawaban yang tak akan pernah terdengar. Dunianya terasa gelap, kepalanya berdenyut hebat, dan napasnya kian sesak.
Tekanan mental yang ia simpan sendirian selama beberapa hari terakhir akhirnya mencapai batasnya. Pandangan Hana kabur, suaranya menghilang, dan kesadarannya pun lenyap di atas makam wanita yang sangat ia hormati itu.
Beberapa menit kemudian, sebuah mobil berhenti di dekat gerbang makam. Arlan melangkah keluar membawa buket bunga segar, rutinitas kecilnya untuk melepas rindu pada almarhumah istrinya. Namun, langkah Arlan terhenti seketika. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat bayangan seseorang yang tergeletak tak berdaya di samping makam Inggit.
Bunga di tangannya jatuh berserakan saat ia menyadari siapa sosok itu.
"Hana!" teriak Arlan panik.
Arlan berlari menghampiri. Ia mendapati mahasiswinya dalam kondisi yang sangat kacau. Hijabnya berantakan terkena tanah, bibirnya pucat pasi, dan wajahnya masih menyisakan beka…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
BAB 9: Pingsan di Balik Nisan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
falea sezi
arlan pengecut amat yak
2026-03-02
0