Di tengah suasana meja nomor empat belas yang masih buntu dan diselimuti keheningan yang kaku, sebuah panggilan tidak terduga tiba-tiba memecah ketegangan.
"Hana?"
Hana spontan menoleh ke arah sumber suara. Sosok tinggi tegap dengan setelan jas formal yang sangat ia kenali kini berdiri tak jauh dari meja mereka. Itu Arlan.
Sorot mata pria itu menyiratkan rasa terkejut yang amat sangat ketika mendapati Hana berada di lingkungan luar rumah, di tengah keramaian banyak orang, dan yang paling membuat Arlan cemas, istrinya itu abai tidak mengenakan masker.
Hana segera bangkit dari kursinya dan melangkah menghampiri Arlan.
"Kamu kok bisa di sini, Mas? Bukannya tadi pamitnya mau ke kantor?" tanya Hana heran, mendongak menatap suaminya.
"Iya, tadi memang dari kantor. Tapi mendadak ada klien yang mengajak bertemu di sini karena restoran ini ternyata milik dia," jawab Arlan.
Matanya sempat memindai tubuh Hana dari atas sampai bawah untuk memastikan sang istri baik-baik saja. Namun, tatapan Arlan kemudian beralih ke arah meja di belakang Hana.
"Kamu sendiri sedang ada urusan apa dengan Dila di sini? Dan kenapa ada..."
Arlan menjeda ucapannya. Sepasang mata tajam milik dosen Manajemen Bisnis itu kini terkunci pada sesosok pemuda yang langsung melemparkan senyuman canggung ke arahnya.
Tomi tampak mati kutu, mendadak dilanda rasa takut jika dosen berwajah kulkas itu mengira dirinya masih berusaha mengejar Hana seperti waktu itu.
"...Tomi?" tanya Arlan meminta penjelasan.
Hana menoleh sekilas pada Tomi dan Dila yang aura permusuhannya bahkan masih terasa berderak di udara, lalu kembali menatap suaminya sambil tersenyum tipis.
"Iya, aku lagi menemani mereka, Mas. Nanti aku ceritakan deh, soalnya ceritanya agak panjang dan rumit."
Arlan mengangguk paham, mempercayai ucapan istrinya.
"Kamu sendiri sudah selesai belum meeting-nya?" tanya Hana lagi.
"Sudah baru saja selesai," jawab Arlan tenang.
Mendengar hal itu, tanpa ragu Hana langsung meraih tangan Arlan dan menariknya lembut untuk…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 65: Strategi sang Profesor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments