Ruang kerja Arlan yang tadinya selalu rapi kini tampak berantakan. Tumpukan dokumen, berkas laporan kepolisian, hingga peta wilayah lintas provinsi berserakan di atas meja mahoni miliknya.
Sudah tiga bulan pria itu mengabaikan penampilannya sendiri, rambutnya sedikit kusut, dan lingkaran hitam di bawah matanya menjadi saksi bisu dari malam-malam tanpa tidur yang ia lalui demi mencari keberadaan sang istri.
TOK TOK TOK.
Andi masuk ke dalam ruangan dengan langkah terburu-buru, membawa sebuah tablet di tangannya. Wajah asisten setianya itu tampak tegang sekaligus dipenuhi kilasan harapan yang mendesak.
"Tuan Arlan," panggil Andi, lalu meletakkan tablet tersebut tepat di depan Arlan.
"Saya berhasil mendapatkan rekam jejak Nona Hana dari basis data sebuah rumah sakit swasta di pinggiran kota. Saya menemukan seseorang yang sangat mirip dengan beliau, namun... dia sedang bersama seorang pria."
Arlan yang semula terduduk lesu langsung menegakkan punggungnya. Jantungnya berdegup kencang, sebuah sensasi yang sudah lama mati kini bergejolak kembali. Ia segera menyambar tablet itu.
Di layar, tampak sebuah rekaman video singkat seorang wanita yang duduk di kursi roda. Di dorong oleh seorang pria keluar dari rumah sakit.
Namun, hati Arlan mencelos melihat kondisi istrinya. Hana, wanita yang selalu ceria dan penuh tawa tampak begitu sendu. Tatapannya kosong, menatap lurus ke depan seolah jiwanya telah direnggut paksa.
Senyuman hangat yang dulu selalu menyambut Arlan di ambang pintu rumah mereka, kini seolah hilang tanpa bekas.
Arlan meraba permukaan layar, jemarinya bergetar hebat saat menyentuh visual wajah Hana.
"Apa aja yang sudah kamu lakuin selama tiga bulan ini, Sayang...?" bisiknya lirih, suaranya parau penuh rasa sakit.
Pemandangan istrinya yang tampak sekosong itu jauh lebih menyayat jiwanya daripada saat Hana mengalami tekanan mental sebelumnya. Kerinduan yang bercampur dengan rasa bersalah membuat dada Arlan terasa luar biasa sesak.
"Tuan," Andi memecah keheningan deng…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 82: Konfrontasi Dua Pria
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments