Pagi itu, aroma antiseptik rumah sakit akhirnya berganti dengan aroma parfum maskulin Arlan yang menenangkan di dalam kabin mobil. Hana duduk di kursi penumpang, menatap jalanan kota yang tampak lebih hidup dari biasanya. Meskipun masih ada guratan lelah di wajah pucatnya, binar matanya tidak lagi kosong. Sejak rahasia sapu tangan biru itu terungkap, ada jembatan kepercayaan yang kokoh terbangun di antara mereka.
Hana tidak lagi merasa asing saat Arlan menggenggam tangannya di atas gear stick. Ia merasa seolah sedang duduk di samping pahlawan masa mudanya yang kini telah tumbuh menjadi pelindung sejatinya.
"Mas masih simpan ponselku?" tanya Hana pelan.
Hana memang belum berani menyentuh benda pipih itu karena trauma pada komentar-komentar tajam yang sempat menghancurkan mentalnya.
Arlan mengangguk, sorot matanya tetap fokus pada jalanan.
"Ada di saku jas saya. Saya tidak ingin kamu terganggu oleh notifikasi yang tidak perlu sampai Dokter Sarah menyatakan kamu benar-benar siap."
Tiba-tiba, ponsel di saku Arlan bergetar hebat. Melodi panggilan masuk memecah keheningan. Arlan melirik layar; nama Dila tertera di sana.
"Dila menelepon. Mau diangkat?" tanya Arlan.
"Iya, Mas. Tolong di-loudspeaker saja," jawab Hana.
Arlan menekan tombol hijau dan meletakkan ponsel itu di dashboard.
"Halo, Assalamualaikum, Na! Kamu di mana?"
Suara Dila terdengar melengking, penuh dengan nada cemas yang tidak bisa disembunyikan.
"Waalaikumsalam, Dila. Aku lagi di jalan pulang sama Mas Arlan. Ada apa? Kamu kedengarannya panik sekali," Hana mencoba menenangkan sahabatnya, meski ia sendiri mulai merasa was-was.
Hana sempat bertukar lirik dengan Arlan yang kini sedikit mengerutkan kening.
"Gawat, Na! Gawat banget!" seru Dila di seberang sana.
"Pelan-pelan, Dila. Tarik napas dulu, ceritakan ada apa?"
"Tomi, Na! Si Tomi nekat! Tadi aku tidak sengaja berpapasan dengannya di parkiran bawah, dia bilang mau melabrak Pak Arlan ke rumahnya sekarang juga!"
Hana tersentak.
"Melabrak? Kenapa…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 31: Rahasia di Balik Panggilan Dila
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments