Cahaya fajar menyelinap malu-malu melalui celah tirai kamar, membawa kehangatan yang berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Hana perlahan membuka matanya, namun ia tidak langsung beranjak. Ia merasakan sebuah lengan kokoh masih melingkar erat di pinggangnya, seolah enggan membiarkannya pergi meski hanya satu inci.
Hana mendongakkan kepalanya sedikit, menatap wajah Arlan yang tampak begitu tenang dalam tidurnya. Dari jarak sedekat ini, ia bisa menghitung setiap helai bulu mata suaminya. Mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam, bagaimana ia akhirnya memberikan izin dan hak Arlan sepenuhnya sebagai suami, membuat wajah Hana seketika memanas. Ia menangkup kedua pipinya dengan tangan yang bebas, mencoba meredam debar jantung yang mendadak menggila.
Pergerakan kecil itu rupanya membangunkan Arlan. Pria itu perlahan membuka matanya, menatap Hana dengan tatapan yang sangat teduh. Dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, ia berbisik lembut.
"Sudah bangun, sayang?"
Hana terpaku. Panggilan itu, 'sayang' terdengar begitu manis dan dalam, menciptakan sensasi aneh yang berdesir hebat di dadanya. Ia hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawaban, tidak sanggup mengeluarkan suara karena terlalu malu.
"Jam berapa sekarang?" tanya Arlan sembari mencoba mengumpulkan kesadarannya.
Hana menggeleng kecil, lalu menunjuk ke arah nakas di samping Arlan tempat ponsel mereka diletakkan. Arlan merogoh ponselnya, melihat angka yang tertera di sana.
"Sudah pukul lima," ucap Arlan.
Ia kemudian beralih menatap Hana kembali, tangannya bergerak lembut merapikan anak rambut yang menutupi kening istrinya.
"Mandi dulu, setelah itu kita sholat berjamaah, ya."
Hana mengangguk setuju.
"Mas duluan, atau Hana?"
Arlan tidak langsung menjawab. Sebuah senyum jahil terukir di sudut bibirnya sembari ia mengelus pipi Hana yang masih merona merah.
"Mandi bareng saja bagaimana?" godanya dengan kedipan mata.
Mata Hana membelalak sempurna.
"Ihh, Mas!"
Refleks, Hana memukul pelan dada Arlan dan membuang muka ke…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 57: Pagi yang Baru dan Pelabuhan Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments