Satu bulan telah berlalu sejak tragedi berdarah di atas jembatan beton itu. Tiga puluh hari yang melelahkan bagi Arlan, di mana setiap detiknya dihabiskan dalam balutan kecemasan yang membakar kewarasan.
Namun hari ini, perburuan dalam senyap itu akhirnya bermuara pada sebuah titik yang paling menjijikkan.
Di ruang tamu kediaman mewah milik Keluarga Malik, atmosfer terasa begitu dingin mencekam. Arlan duduk berdampingan dengan Abinya. Di hadapan mereka, Malik dan Maya duduk dengan raut wajah yang berusaha keras menampilkan ketenangan, meski binar mata mereka memancarkan kegelisahan yang kentara.
"Saya tidak menyangka... kalian bisa melakukan hal sekeji ini," ujar Abi Arlan membuka suara.
Suaranya rendah, namun getaran kekecewaan yang mendalam terasa begitu pekat merayap di udara.
Dulu, ketika mendengar kabar bahwa Romi, adik mendiang Inggit menjadi dalang di balik serangan netizen dan fitnah kejam yang menerpa Hana waktu itu, Abi Arlan sudah merasa sangat kecewa. Pria paruh baya itu mengira tabiat buruk itu hanya milik Romi seorang. Namun hari ini, kenyataan menamparnya lebih keras. Mantan besannya sendiri, orang tua almarhumah Inggit, ternyata melakukan tindakan yang jauh lebih biadab.
"Apa maksud kedatangan kalian kemari dengan tuduhan tak berdasar seperti ini, Abi?" tanya Malik, mencoba menyuarakan wibawanya yang mulai rontok.
Abi Arlan meletakkan sebuah komputer tablet di atas meja kaca. Di layarnya, terputar sebuah rekaman video beresolusi tinggi.
"Tuhan tidak tidur, Malik. Di hari kecelakaan itu, sebuah drone milik komunitas videografi kebetulan melintas di atas jembatan untuk mengambil gambar lanskap sore. Dan kamera mereka... menangkap momen ini."
Layar itu menampilkan detik-detik mengerikan pasca-kecelakaan. Sebelum warga berdatangan menolong, ada jeda waktu sekitar dua menit di mana area jembatan masih sepi. Dari rekaman itu, terlihat jelas ada dua orang pria berbadan kekar membuka paksa pintu bagian belakang mobil sedan Arlan yang ringsek.
Mereka menarik…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 78: Topeng yang Terkelupas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments