Setelah drama sarapan pagi yang penuh godaan dan air mata reda, Hana mengambil keputusan yang cukup mengejutkan. Alih-alih membiarkan Dila terus meratapi nasib atau nekat menemui mantan Presiden Mahasiswa itu sendirian, Hana justru mengajak Dila untuk segera menemui Tomi hari ini juga. Bahkan, Hana menawarkan diri untuk menemani sahabatnya itu.
Keputusan ini tentu membuat Dila terbelalak. Mengingat kondisi mental Hana yang baru saja terguncang kemarin, serta situasi luar rumah yang sempat tidak aman karena teror, Dila tidak menyangka sahabatnya akan seberani ini.
Namun, sorot mata Hana yang penuh keyakinan dan tekad bulat untuk membantunya membuat Dila akhirnya ikut terbakar semangat.
Sebelum melangkah keluar pagar, Hana tentu tidak lupa pada kewajibannya. Ia segera menghubungi Arlan untuk meminta izin.
Di seberang telepon, suara bariton Arlan langsung terdengar khawatir. Pria itu bersikeras menawarkan diri untuk mengantar dan menemani mereka, namun Hana menolak dengan halus, menjelaskan bahwa ini adalah urusan internal antara Dila dan Tomi.
Mengetahui watak istrinya yang keras kepala jika sudah menyangkut sahabat, Arlan akhirnya mengalah, namun dengan satu syarat.
"Hana, tolong berikan ponselnya ke Dila. Aktifkan loudspeaker," pinta Arlan tegas.
Hana menurut dan menyodorkan ponselnya ke depan wajah Dila.
"Dila, saya titip Hana ya. Jangan sampai istri saya lecet sedikit pun. Jaga dia baik-baik," peringat Arlan dari seberang telepon.
Suaranya terdengar mutlak, memancarkan aura protektif seorang suami sekaligus dosen yang tidak menerima bantahan.
Dila langsung menegakkan tubuhnya, memberi hormat ke arah ponsel seolah Arlan berada di depannya.
"Siap laksanakan, Komandan! Dijamin Tuan Putri akan saya jaga dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga!" sahut Dila lantang.
Sedikit lebay memang, khas seorang Dila, tetapi ucapan itu selalu tulus keluar dari lubuk hatinya. Setelah Arlan memberikan wejangan terakhir, barulah mereka berdua berangkat.
Pertemuan yang dinantikan itu akhir…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 64: Diplomat Dadakan dan Meja Perundingan Panas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments