Sore itu, angin berembus sejuk di taman belakang rumah Hana. Dila duduk bersila di atas tikar, menatap Hana yang sejak tadi hanya diam memainkan ujung hijabnya. Kabar tentang keputusan Hana sudah sampai ke telinga Dila semalam, dan hari ini, Dila sengaja datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan sahabatnya tidak sedang "bunuh diri" pelan-pelan.
"Jadi... sudah bulat?" tanya Dila lembut.
Hana mengangguk pelan.
"Sudah, Dil. Besok lusa akadnya. Sederhana saja, di masjid dekat rumah."
Dila menghela napas panjang, ia meraih tangan Hana dan menggenggamnya erat. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Han, jujur sama aku. Kamu melakukan ini karena kamu ingin, atau karena kamu merasa berutang budi sama almarhumah?"
Hana menatap langit yang mulai jingga.
"Mungkin keduanya, Dil. Tapi yang paling kuat adalah... aku ingin berhenti lari. Aku lelah diteriaki pelakor. Dengan menikah, aku punya pelindung yang sah. Pak Arlan janji akan menjaga namaku."
Tangis Dila pecah. Ia langsung menghambur memeluk Hana.
"Aku dukung kamu, Han. Apapun itu. Selagi kamu bisa menemukan sedikit saja ruang untuk bahagia di sana, aku akan selalu ada di belakangmu. Tapi janji ya, kalau Pak Arlan atau keluarganya jahat sama kamu, kamu harus bilang aku. Aku bakal labrak mereka pakai motor matikku!"
Hana tertawa di tengah isaknya.
"Makasih, Dil. Kamu satu-satunya alasanku masih bisa tertawa minggu ini."
Di tempat lain, di sebuah kafe mewah, Siska sedang sibuk menggeser layar ponselnya. Sebuah pesan masuk dari Arlan. Isinya singkat namun padat, Arlan akan membayar tunai setengah harga rumah sesuai nilai pasar agar aset tersebut sepenuhnya menjadi miliknya dan Hana.
Mata Siska berbinar. Ia langsung menyenggol lengan suaminya, Roy.
"Lihat ini, Mas! Arlan mau bayar cash bagian rumah Mbak Inggit. Gila, tabungannya pasti banyak banget ya selama ini?" desis Siska penuh kemenangan.
Roy mengintip layar ponsel itu.
"Wah, lumayan banget itu, Sis. Bisa buat tutup lubang utang proyek kita kemarin, malah sisa banyak…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 12: Akad
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments