"Sumpah ya, Na... Kalau cerita hidup kamu ini dijadiin studi kasus di mata kuliah Manajemen Konflik, kayaknya dosen-dosen kita bakal angkat tangan," gumam Dila sambil masih menatap Hana dengan pandangan tidak percaya.
Hana tertawa kecil sambil merapikan letak hijabnya yang sedikit bergeser karena hebohnya Dila tadi.
"Sudah, ah. Jangan dibahas terus. Malu kalau Mas Arlan dengar."
"Lho, kenapa harus malu? Itu kan takdir bisnis yang manis, Na! Dari sapu tangan biru jadi buku nikah. Strategi pemasaran paling epik abad ini," goda Dila lagi sebelum akhirnya menghela napas panjang dan kembali menatap layar laptopnya.
"Oke, oke. Fokus. Aku nggak mau fasilitas dari Bunda ditarik lagi cuma gara-gara bab satu Aku ditolak."
Suasana ruang tamu kembali berubah menjadi sunyi yang produktif. Sebagai mahasiswi Manajemen Bisnis, mereka berdua tahu bahwa skripsi bukan sekadar mengetik.
Hana mulai fokus membedah data di laptop Inggit, mencoba mencari korelasi antara loyalitas pelanggan dengan strategi branding yang dulu ia bangun bersama almarhumah. Sementara Dila, meski mulutnya sibuk mengunyah keripik singkong, jemarinya sangat lincah menyusun kerangka pemikiran tentang efisiensi operasional.
Sesekali mereka berhenti untuk berdiskusi kecil.
"Dil, menurutmu kalau aku pakai analisis SWOT buat bab tiga, terlalu standar nggak buat Mas Arlan?" tanya Hana serius.
"Standar sih, Na. Tapi kalau kamu tambahin analisis matriks daya saing yang lebih tajam, Pak Arlan pasti suka. Dia itu paling senang kalau kita bisa melihat celah bisnis yang nggak dilihat orang lain," jawab Dila memberikan saran.
"Bener juga. Oke, aku tambah itu," gumam Dila sambil kembali mengetik dengan semangat.
Di sisi lain pintu kayu yang tertutup, Arlan masih berdiri di dekat jendela ruang kerjanya. Pikirannya tidak sedang berada pada jurnal atau laporan bisnis. Ia sedang memikirkan foto kurir yang dikirimkan Andi tadi.
Ponselnya kembali bergetar. Sebuah panggilan masuk dari Andi.
"Ya, Andi. Bagaimana?" tanya Arla…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 5: Antara Jurnal Bisnis dan Strategi Tersembunyi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments