Mobil SUV hitam Arlan perlahan memasuki halaman rumah. Arlan turun dengan sigap, memutari mobil, dan membukakan pintu untuk Hana seolah ia sedang menyambut seorang ratu. Di teras rumah, pemandangan hangat menyambut mereka, Umi, Abi, Mama, dan Papa sudah berdiri berjajar dengan senyum yang merekah.
Begitu Hana turun, Umi dan Mama langsung menghambur memeluknya bergantian.
"Umi senang sekali kamu akhirnya boleh pulang, Nak," bisik Umi sembari mengusap punggung Hana dengan sayang.
"Mama bersyukur banget, kamu kelihatan jauh lebih baik sekarang," tambah sang Mama, matanya berkaca-kaca melihat binar kehidupan yang mulai kembali di wajah putrinya.
Hana tersenyum haru, menyalami Papa dan Abi bergantian.
"Terima kasih, Ma, Umi. Maaf ya kemarin Hana sempat merepotkan semuanya."
"Sudah, ayo ngobrolnya di dalam saja, udara di luar mulai panas," ajak Papa sembari merangkul pundak Hana.
Semuanya baru saja hendak melangkah masuk ketika sebuah suara berat dan bergetar menghentikan gerakan mereka.
"Hana."
Semuanya menoleh serempak. Di depan pagar yang masih terbuka, berdirilah Tomi. Napasnya memburu, jaket almamaternya tersampir sembarang di bahu, dan wajahnya menyiratkan perpaduan antara kemarahan, kecemasan, dan rasa tidak percaya.
Papa dan Mama Hana saling lirik, mereka tahu betapa gigihnya Tomi mengejar Hana selama ini. Ada rasa was-was jika kedatangan Tomi justru akan memicu trauma Hana kembali.
"Assalamualaikum, Om, Tante," ucap Tomi, berusaha menjaga sopan santun meski dadanya naik turun menahan emosi.
"Waalaikumsalam, Tomi," jawab mereka hampir bersamaan.
Pandangan Tomi langsung terkunci pada Hana yang berdiri sangat dekat dengan Arlan.
"Hana... tadinya aku pikir berita itu cuma sampah. Aku pikir itu cuma fitnah orang-orang yang sirik sama kamu. Tapi setelah melihat pemandangan ini... aku jadi berpikir yang lain."
"Apa yang kamu pikirkan?" potong Arlan langsung.
Arlan melangkah satu langkah ke depan, memposisikan dirinya sebagai tameng di depan Hana.
Tomi me…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 32: Akhir dari Sebuah Pengejaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments