Suasana syahdu yang menyelimuti ruang tamu itu mendadak retak berkeping-keping. Jarak yang tinggal seujung kuku antara Hana dan Arlan, deru napas yang masih menyatu, dan pengakuan cinta yang baru saja menggantung di udara, seketika buyar oleh sebuah gebrakan pintu yang tak berdosa.
"HANA... ASSALAMUALAIKU—"
Kalimat Dila terputus tepat di tengah jalan. Kakinya terpaku di ambang pintu, matanya membelalak sempurna melihat pemandangan "langka" di hadapannya, Pak Arlan sang dosen paling kaku sedunia, sedang menangkup wajah sahabatnya dengan posisi kening yang masih menempel sangat intim.
"Ups! Maaf, ya Allah... Saya lupa kalau sahabat saya ini statusnya sudah bukan jomblo high quality lagi," ucap Dila dengan suara yang mendadak melengking canggung.
Dila segera memutar balik badannya, menutup mata dengan kedua tangannya tapi jari-jarinya sedikit terbuka, masih berusaha mengintip. Ia merutuki kebiasaan "nyelonong" miliknya yang kali ini benar-benar merusak suasana aesthetic sahabatnya.
Dila hendak melarikan diri ke luar sebelum keadaan semakin aneh, namun suara bariton Arlan menghentikannya.
"Dila, mau ke mana kamu?"
Nada suara itu terdengar sangat tegas. Aura dosen pembimbing skripsi yang killer mendadak kembali mengisi ruangan, menggantikan sosok pria lembut yang tadi menciumi Hana.
"Mati gue! Pak Arlan mode re-active nih," gumam Dila gemetar.
Ia berbalik perlahan, berjalan mendekati sofa dengan kepala menunduk dalam, persis seperti maling yang tertangkap basah sedang mengendap-endap.
"Dila, biasakan ya... sebelum masuk rumah orang, ketuk pintu dulu. Sopan santun itu nomor satu," tegur Arlan dengan wibawa yang tidak bisa dibantah.
"Iya, Pak, maaf lahir batin. Saya kira Bapak sudah ke kantor, makanya saya langsung masuk saja mau kasih semangat buat Hana ngerjain skripsi," sahut Dila dengan suara mencicit.
Hana yang melihat ekspresi sahabatnya seperti anak kucing yang akan dihukum, merasa tidak tega. Ia menyenggol lengan Arlan pelan, lalu menggelengkan kepala seolah member…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 53: Interupsi Dila dan Teori "Hal-Hal Lain"
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments