Lampu ruangan kantor CEO yang elegan itu berpendar statis, kontras dengan gemuruh yang sedang berkecamuk di benak Arlan. Sejak mengambil alih sebagian besar kendali perusahaan milik Abinya, waktu Arlan nyaris tersita habis. Menyeimbangkan peran sebagai pemimpin korporasi dan dosen di kampus bukanlah perkara mudah, namun sebulan terakhir, ia sengaja memangkas jam kerjanya. Semuanya demi satu tujuan, memastikan Hana tidak terbangun dalam kesunyian yang mencekam di rumah.
Drttt... Drttt...
Ponsel di atas meja jati itu bergetar. Sebuah nama muncul, orang kepercayaan yang ia tugaskan untuk menyisir jejak digital yang telah menghancurkan mental istrinya.
"Ya, bagaimana?" suara Arlan rendah, namun tajam.
"Kami sudah menemukan dalangnya, Pak. Bukan orang jauh. Romi, adik bungsu almarhumah Ibu Inggit. Dia yang pertama kali mengunggah foto-foto itu melalui akun anonim, lengkap dengan narasi yang sengaja digoreng untuk menyudutkan Ibu Hana. Kami juga menemukan bukti bahwa ratusan komentar pedas berasal dari jaringan akun palsu yang ia koordinasikan untuk memperkeruh suasana."
Rahang Arlan mengeras seketika. Urat-urat di lehernya menegang. Romi. Laki-laki yang pernah ditolak mentah-mentah oleh Hana sebelum pernikahan ini terjadi. Arlan tidak menyangka, bahkan setelah kakaknya sendiri tiada, Romi masih tega mengusik ketenangan orang yang paling disayangi Inggit.
"Bawa dia ke kantor polisi sekarang. Jangan beri celah untuk mediasi. Saya segera ke sana," perintah Arlan dingin.
Ia menyambar kunci mobil dan jasnya, melangkah keluar dengan aura intimidasi yang membuat para karyawan di lobi menunduk segan. Saat ia sudah berada di balik kemudi, mencengkeram stir dengan sisa emosi yang meluap, ponselnya kembali berdering. Kali ini dari nomor telepon rumah.
Seketika, tatapan tajam Arlan melunak. Ia menarik napas panjang sebelum menekan tombol terima.
"Halo, Assalamualaikum, Mas..." Suara lembut di seberang sana mengalun, seolah menjadi penawar racun bagi kemarahan Arlan.
"Waal…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 34: Taring di balik Wibawa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments