Sisa-sisa kecemburuan Arlan yang menggemaskan tadi menguap sepenuhnya dari dalam kabin mobil, digantikan oleh kehangatan yang begitu pekat. Genggaman tangan Arlan di jemari Hana tidak mengendur sedikit pun. Ia menautkan jemarinya di sela-sela jari istrinya, mengusap punggung tangan Hana dengan ibu jarinya secara perlahan.
Sorot matanya yang biasa dingin kini melunak, menatap Hana seolah dunia di luar sana hanyalah latar belakang yang kabur.
Hana menyandarkan kepalanya di bahu tegap Arlan, menikmati detak jantung suaminya yang beritme tenang. Sore itu, semuanya terasa begitu sempurna. Terlalu sempurna.
Namun, kedamaian itu hancur hanya dalam hitungan detik.
TIIIIIIIDDDDDD!!!
Suara klakson bernada melengking dan menggelegar memekakkan telinga dari arah kanan. Hana tersentak, mendongakkan kepala seketika. Sebuah truk kontainer besar bermuatan berat tampak melaju tak terkendali, keluar dari jalurnya karena rem blong, dan langsung mengarah ke lambung mobil mereka.
"PAK AMAT, AWAS!!" teriak Arlan bergemuruh.
Secara refleks menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya, membungkus kepala istrinya erat-erat dengan dada bidangnya sendiri.
BRAAAAKKKKK!!!
Serempetan keras tak terhindarkan. Sisi kanan mobil dihantam dengan kekuatan masif. Pak Amat kehilangan kendali seutuhnya atas kemudi.
Mobil sedan hitam itu berputar hebat di atas aspal, bannya berdecit memekakkan telinga sebelum akhirnya meluncur deras menghantam dinding pembatas jembatan beton dengan hantaman yang luar biasa hancur.
DUAAARRR!
Benturan hebat itu membuat kantung udara mengembang. Namun, entakan yang terlalu kuat membuat kepala Arlan membentur kaca jendela samping dengan sangat keras.
Pandangan Arlan seketika mengabur, kabin mobil dipenuhi asap tipis, dan kegelapan total langsung merenggut kesadarannya.
"Pak! Pak, sadar, Pak! Ayo keluar, mobilnya berasap!"
"Bantu papah ini, cepat! Pintunya digedor!"
Suara-suara riuh dan dengung berdenging hebat di telinga Arlan saat kesadarannya perlahan-lahan ditarik kembali ke perm…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 75: Keheningan di Atas Jembatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments