Halo temen-temen Apa kabarnya?
Maaf banget karena minggu-minggu ini up nya ga beraturan.
Makasih banyak karena masih baca cerita ini
Semoga baca terus sampai tamat ya temen-temen hehehe
Oiya boleh dong kalian mampir ke cerita aku yang judulnya "BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN"
***
Di ruang tengah lantai bawah, suasana terasa begitu khidmat setelah badai emosi yang sempat mengguncang rumah itu. Arlan duduk berhadapan dengan Umi dan Mama Hana. Dengan nada suara yang berat namun stabil, Arlan menjelaskan secara rinci isi video yang ditinggalkan oleh almarhumah Inggit di laptopnya.
Mama Hana menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca. Sebagai seorang ibu, ia sangat memahami mengapa putrinya bisa sesedih dan sehisteris itu. Ia tahu betul bagaimana kedekatan mendalam yang terjalin antara Hana dan Inggit semasa hidup, bukan hanya sebagai rekan bisnis di butik, melainkan sudah seperti kakak dan adik kandung.
Sementara itu, fakta mengenai Inggit yang ternyata merupakan anak adopsi dari Keluarga Malik benar-benar mengejutkan Umi. Umi tidak menyangka ada rahasia sekelam itu di balik penderitaan yang dialami mantan menantunya semasa hidup.
Arlan menegakkan punggungnya, memancarkan aura ketegasan dan kekuatan seorang kepala keluarga. Tatapan dosen Manajemen Bisnis itu mengunci pandangan kedua ibunya.
"Umi, Mama... Arlan berjanji, demi Allah, Arlan akan melindungi Hana dengan seluruh jiwa dan raga Arlan," ucap Arlan dengan nada mutlak, tanpa keraguan sedikit pun.
"Arlan juga berjanji akan mencintai Hana dengan seutuhnya. Ini bukan berarti Arlan melupakan atau mengkhianati mendiang Inggit. Tidak akan pernah. Tapi cinta untuk Inggit dan cinta untuk Hana berada di tempat yang berbeda di hati Arlan. Dan Hana... dia adalah orang yang paling disayang oleh Inggit. Menjaga dan mencintainya adalah amanah sekaligus takdir yang akan Arlan perjuangkan."
Mendengar ketegasan dan ketulusan dari putra mereka, Mama dan Umi akhirnya bisa bernapas lega. Rasa khawatir yang sempat membu…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 62: Dua Hati, Satu Atap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments