Dunia ini memang tidak hanya berputar, tapi kadang meluncur dengan kecepatan yang membuat pusing. Hana duduk bersandar pada meja rias Dila, menatap sahabatnya yang kini sudah mereda isak tangisnya.
Setengah jam berlalu dengan drama air mata yang sanggup membasahi separuh hijab Hana, dan barulah Dila bisa diajak bicara layaknya manusia normal.
Hana dengan telaten menarik beberapa lembar tisu, menyeka sisa maskara yang luntur di bawah mata Dila, lalu merapikan rambut sahabatnya itu yang sudah mirip singa baru bangun tidur.
"Sudah? Konser tangis sesi pertamanya sudah selesai?" tanya Hana lembut, namun terselip nada menyindir yang jenaka.
"Sekarang, coba cerita pelan-pelan. Ada apa?"
Hana tahu benar, meskipun Dila sering melebih-lebihkan keadaan, gadis itu tidak akan menangis sejadi-jadinya kalau masalahnya hanya sepele.
Dila menarik napas panjang, sangat panjang, seolah sedang mengumpulkan oksigen untuk pengakuan dosa.
"Aku dijodohin lagi sama Bunda, Na," mulainya dengan suara serak.
Hana menghela napas, hampir ingin tertawa.
"Dila... bukannya itu hobi baru Bunda sejak kita semester enam? Kamu sudah dijodohkan dengan anak rekan bisnis, anak teman pengajian, sampai anak tetangga jauh. Dan hebatnya, kamu selalu punya 1001 cara absurd untuk kabur. Kenapa kali ini sampai harus nangis histeris?"
"Huuu Hanaaa... iya bener, tapi kali ini beda!" Dila merengek lagi, kali ini tanpa air mata.
"Perjodohan ini kayak udah mutlak gitu. Bunda kayak udah ngebet banget. Biasanya kalau aku tolak, Bunda masih mau dengerin alasan aku. Tapi kali ini Bunda kayak maksa, seolah-olah kalau aku nggak mau, aku bakal dicoret dari kartu keluarga!"
Hana terdiam sejenak, mencoba mencerna kegelisahan Dila.
"Yaudah, coba aja ikuti maunya Bunda dulu. Coba aja ketemuan, bicara baik-baik," saran Hana tenang.
Dila menatap Hana dengan pandangan tidak percaya, seolah sahabatnya itu baru saja menyarankan dia untuk melompat ke kawah merapi.
"Hana! Kamu kok malah dukung Bunda sih? Kamu kan tahu aku pengen cari…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 36: Komedi Takdir di Balik Pintu Kamar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
anindira maheswari
sejauh ini bagus sih ceritanya
2026-05-10
1
Sri Jumiati
sudah sy duga dila dijodohkan sm tomi
2026-07-07
1