Setelah prosesi sederhana di masjid usai, tibalah saat yang paling menggetarkan hati bagi Hana, berpamitan pada orang tuanya. Di ambang pintu masjid, Mama memeluk Hana begitu erat, seolah tak ingin melepaskan putri kecilnya ke dalam badai yang belum benar-benar reda.
"Jadilah istri yang baik, Nak. Sabar adalah kunci, dan doa adalah senjatamu," bisik Mama di telinga Hana.
Papa hanya menepuk bahu Arlan dengan tatapan penuh pesan sebuah kepercayaan pria dewasa kepada pria lainnya untuk menjaga permata hati mereka.
Arlan membukakan pintu mobil untuk Hana.
Mengenai resepsi, Arlan sudah menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Hana. Jika Hana ingin pesta yang meriah, Arlan akan mewujudkannya, namun jika Hana ingin tetap tenang seperti ini, Arlan pun tidak akan memaksa. Saat ini, yang mereka butuhkan bukanlah sorak-sorai tamu, melainkan ketenangan jiwa.
Mobil melaju membelah jalanan kota yang mulai beranjak sore. Di dalam kabin mobil yang sejuk, keheningan menyelimuti mereka berdua. Hana duduk di kursi penumpang, kursi yang selama ini selalu menjadi milik Bu Inggit.
Bayangan-bayangan masa lalu berkelebat di benak Hana, tawa renyah Inggit saat mereka pergi bersama untuk urusan butik, atau saat Inggit dengan manja menyuapi Arlan potongan buah di tengah kemacetan.
Kini, Hana duduk di sana. Bukan sebagai rekan bisnis, bukan sebagai "adik", melainkan sebagai wanita yang menyandang nama belakang pria di sampingnya.
"Hana," panggil Arlan memecah kesunyian.
Suaranya rendah, tetap berwibawa namun ada nada kehati-hatian di sana.
Hana tersentak dari lamunannya.
"Hah... iya, Pak?"
Arlan melirik sekilas melalui spion tengah sebelum kembali fokus pada jalanan.
"Apakah kamu merasa tertekan dengan pernikahan ini?"
Hana terdiam sejenak, menatap butiran tasbih kecil di jarinya. Ia menarik napas panjang, lalu menyunggingkan senyum tipis yang tulus.
"Jujur, Pak... saya merasa lega."
Arlan sedikit terkejut, ia menunggu kelanjutan kalimat Hana.
"Lega karena drama tuntutan keluarga Tante Siska su…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 15: Perjalanan Menuju Rumah Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments