Di sebuah gedung perkantoran mewah di pusat kota, suasana di dalam ruangan direksi terasa mencekam. Papa Malik, pria yang selama ini merasa menjadi penguasa tunggal atas kerajaan bisnis yang dibangun almarhumah Inggit, kini berdiri dengan wajah memerah padam. Napasnya memburu saat menatap layar komputer yang menampilkan laporan mendadak dari bursa saham.
"Bagaimana mungkin?! Siapa yang berani menarik hampir 50 persen saham atas nama Inggit secara serentak seperti ini?!" teriaknya murka hingga suaranya menggema ke seluruh ruangan.
Ia memukul meja kerja mahoninya dengan keras. Baginya, Inggit yang sudah meninggal seharusnya meninggalkan warisan yang menjadi hak mutlak keluarganya. Siapa pun yang melakukan penarikan dana dan saham sebesar itu secara diam-diam pastilah orang yang memiliki akses tingkat tinggi.
Tepat saat amarahnya mencapai puncak, pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan. Seorang pria melangkah masuk dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Kemejanya yang rapi dan tatapan matanya yang tajam memberikan aura dominasi yang tak terbantahkan.
"Selamat siang, Papa Malik," sapa Arlan dengan suara bariton yang sangat sopan, namun dingin.
"Arlan?! Kamu... Apa yang kamu lakukan di sini?! Apa kamu yang bertanggung jawab atas kekacauan saham ini?" Papa Malik menunjuk wajah Arlan dengan telunjuk yang gemetar karena emosi.
Arlan tidak langsung menjawab. Ia menarik kursi di depan meja Papa Malik dan duduk dengan sangat elegan, menyilangkan kaki, lalu meletakkan sebuah map hitam di atas meja.
"Saya ke sini hanya untuk menyampaikan amanah yang tertunda," ujar Arlan tenang.
"Mengenai penarikan saham tersebut, memang benar saya yang mengaturnya atas nama hak kepemilikan Inggit. Perlu Papa ketahui, sebagian besar dari saham itu adalah bagian milik saya sebagai suami sah Inggit, dan sisa kepemilikan aset Inggit secara keseluruhan telah dialihkan sepenuhnya kepada istri saya saat ini, Hana."
"Apa?! Hana?! Lagi-lagi dia?!" Papa Malik tertawa sinis, meski matanya menyiratkan ke…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 60: Skakmat Sang Ahli Strategi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments