Halo temen temen maaf ya baru bisa up
Kali ini aku tulis sedikit panjang
Semoga suka cerita ABP
Happy reading teman-teman 🥰
***
Suasana di lantai dasar butik mendadak sunyi, hanya menyisakan isak haru tertahan dari beberapa karyawan yang menyaksikan pemandangan di depan mereka.
Mama Hana masih berdiri terpaku, menatap putri semata wayangnya yang kini tampak jauh lebih segar, sehat, dan memancarkan binar kehidupan yang beberapa bulan lalu sempat meredup total.
Keheningan itu pecah saat Hana mengulas senyum paling tulus, lalu melangkah lebar memangkas jarak di antara mereka.
"Mama..." bisik Hana lirih.
Detik itu juga, Mama Hana langsung merengkuh tubuh putrinya ke dalam pelukan yang sangat erat. Tangis yang sejak tadi ditahannya pecah seketika.
Wanita paruh baya itu mendekap Hana seolah takut jika dilepaskan, sosok di hadapannya ini akan menghilang kembali ke dalam kamar gelap yang mengurungnya selama berbulan-bulan. Hana membalas pelukan ibunya tak kalah erat, menyandarkan kepalanya di bahu sang mama, meresapi kehangatan yang selalu dirindukannya.
Arlan yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka hanya diam menyaksikan. Sepasang matanya menatap lekat pemandangan emosional tersebut dengan binar penuh rasa syukur.
Tangannya yang bebas kini dimasukkan ke dalam saku celana bahan kerjanya, membiarkan ibu dan anak itu menuntaskan kerinduan serta rasa haru yang membuncah.
"Sayang... Mama benar-benar tidak menyangka kamu akan kemari," ucap Mama Hana di tengah tangisnya.
Tangannya bergerak mengusap kedua belah pipi Hana, memastikan bahwa ini nyata dan bukan sekadar mimpinya di siang bolong.
"Kamu sudah berani melangkah ke butik Nak? Kamu sudah tidak apa-apa?"
Hana mengangguk kuat sembari menghapus air mata yang ikut menetes di pipinya.
"Hana tidak apa-apa, Ma. Hana sengaja minta Mas Arlan mengantar ke sini karena Hana rasa... sudah waktunya Hana kembali. Hana tidak boleh terus-menerus bersembunyi."
Mendengar kalimat dewasa dari putrinya, Mama Hana kembali meneteskan ai…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 71: Air Mata di Lantai Dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments