Pagi itu, rumah Arlan terasa jauh lebih hidup. Kehadiran Bi Ina yang baru kembali dari cutinya membawa energi positif yang luar biasa. Suara denting sudip yang beradu dengan wajan serta senandung kecil Bi Ina dari arah dapur berhasil memecah kesunyian yang biasanya menyelimuti rumah itu.
Hana sudah rapi dengan kemeja flanel dan rok panjang kesayangannya. Hari ini adalah hari penting, UAS terakhir sebelum ia benar-benar terjun ke dunia skripsi yang melelahkan.
"Aduh, Non Hana makin cantik saja ya kalau mau ujian. Semangat ya, Non! Bi Ina doakan supaya nilainya A semua," seru Bi Ina sembari meletakkan piring berisi roti bakar di depan Hana.
Hana tersenyum ceria.
"Makasih ya, Bi. Doanya sangat membantu."
Tak lama, Arlan turun dengan kemeja kerja dan jas yang tersampir di lengannya. Ia tampak begitu berwibawa, sosok "Pak Dosen" yang selalu menjadi idola sekaligus momok di kampus. Arlan duduk di hadapan Hana, ikut menikmati sarapan yang disiapkan Bi Ina.
"Mau berangkat bareng?" tawar Arlan tiba-kira.
Hana yang sedang mengunyah rotinya, seketika berhenti. Ia menggeleng kecil dengan cepat.
"Hana naik motor saja, Mas. Takut telat kalau pakai mobil, kalau pakai motor kan bisa nyalip."
Arlan tersenyum maklum. Ia tahu itu hanya alasan halus. Hana hanya belum siap jika harus menjadi pusat perhatian jika tertangkap basah turun dari mobil dosen populer kampus.
"Hati-hati kalau begitu. Semoga ujiannya lancar."
Namun, rencana Hana berantakan seketika saat ia sudah berada di samping motornya.
"Loh, kok bocor?" keluh Hana lembut.
Hana berjongkok, menekan ban motornya yang ternyata benar-benar kempes total.
Bibir Hana mengerucut tanpa sadar, wajahnya cemberut menatap ban malang itu. Ekspresi yang begitu jujur dan alami itu membuat Arlan yang kebetulan baru saja keluar rumah, tertegun sejenak. Ada rasa gemas yang tiba-tiba menyusup di hati Arlan melihat wajah istrinya yang sedang merajuk pada keadaan.
"Ban motor Hana bocor, Mas," keluhnya sembari menghela napas panjang.
"Yasudah, baren…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 19: Rahasia di Balik Gerbang Kampus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments