Di dalam kamar, aroma ayam bakar penyelundupan menyeruak, menggoda iman siapa pun yang menciumnya. Dila makan dengan lahap, seolah-olah beban hidupnya ikut lumat bersama kunyahan daging ayam itu.
Hana yang duduk di sampingnya hanya bisa memperhatikan dengan dahi berkerut, mencoba menyusun strategi untuk sahabatnya yang keras kepala ini.
"Dil, aku punya usul. Gimana kalau kamu setujui saja dulu rencana Bunda soal perjodohan ini?" saran Hana hati-hati.
"Hitung-hitung supaya hubungan kamu dengan Bunda membaik, daripada perang dingin terus."
Dila langsung menghentikan kunyahannya. Ia memicingkan mata, menatap Hana dengan wajah dramatis yang dibuat sesedih mungkin.
"Duh, Hana... kamu sungguh tega dengan sahabatmu yang malang ini. Masa iya aku harus menikah dengan si penggemar fanatikmu itu?" suaranya melengking lebay, namun Hana hanya membalasnya dengan senyum maklum.
"Bukan begitu, Dila. Kamu kan tahu sendiri, Tomi pasti juga tidak akan mau. Dia itu keras kepala. Jadi, kamu bilang saja ke Bunda kalau kamu setuju, tapi keputusannya kamu serahkan ke pihak laki-laki. Kamu tahu kan, Tomi pasti bakal nolak mentah-mentah? Jadi kamu aman tanpa harus jadi anak durhaka," Hana mengedipkan sebelah matanya.
Dila terdiam sebentar, otaknya yang biasa dipakai untuk memikirkan drama Korea kini bekerja keras. Detik kemudian, senyum licik muncul di wajahnya.
"Oke! Jenius kamu, Na! Biar si Tomi yang jadi 'penjahatnya' di depan Bunda, bukan aku. Sip!"
Setelah sepakat, Dila kembali asyik dengan ayam bakarnya. Hana melirik ponselnya, ada pesan dari Arlan yang mengabarkan bahwa suaminya itu sudah menunggu di bawah. Tak terasa, tiga jam ia habiskan hanya untuk mendengarkan celotehan absurd sahabatnya ini.
"Ya sudah, aku pulang dulu ya. Mas Arlan sudah menjemput," pamit Hana sembari berdiri.
"Hati-hati ya, Na! Makasih buat hari ini," sahut Dila sambil tetap sibuk dengan tulang ayamnya.
Namun, tepat saat Hana hendak membuka pintu, Dila memanggil lagi.
"Oiya Na, besok kita ke kampus yuk?…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 38: Strategi di Balik Tulang Ayam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments