Jam dinding di ruang tengah sudah menunjukkan waktu yang cukup lama sejak Arlan meminta Hana turun, namun sosok istrinya itu tak kunjung menampakkan diri. Rasa khawatir perlahan merayapi hati Arlan. Ia melangkah menaiki anak tangga, lalu berhenti tepat di depan pintu kamar Hana.
"Hana, kamu di dalam?" panggil Arlan lembut sembari mengetuk pintu.
Hening sejenak. Arlan kembali memanggil
"Hana..."
Tak ada jawaban verbal, namun telinga Arlan menangkap suara langkah kaki kecil yang mendekat dari balik pintu. Bunyi kunci yang diputar terdengar, lalu perlahan daun pintu terbuka.
Seketika, napas Arlan seolah tertahan di tenggorokan. Ia mematung, terpaku di tempatnya berdiri. Di hadapannya, Hana berdiri dengan senyum hangat yang merekah.
Namun, bukan hanya senyum itu yang membuat Arlan kehilangan kata-kata, melainkan penampilan istrinya. Hana gadis yang biasanya selalu tampil tertutup dengan hijab rapi bahkan saat berada di dalam rumah saat bersamanya, kini membiarkan rambut hitamnya tergerai indah menutupi bahu.
Ini memang bukan kali pertama Arlan melihat rambut Hana, ia teringat suatu malam saat Hana ke dapur. Namun saat itu, pencahayaan sangat remang. Kali ini, di bawah cahaya lampu kamar yang terang, Arlan bisa melihat dengan jelas betapa cantiknya mahasiswi sekaligus istrinya itu. Arlan mendadak salah tingkah, jantungnya berdegup tidak keruan.
"Mas... apa aku terlihat aneh ya?" tanya Hana pelan, suaranya sedikit ragu karena Arlan hanya diam menatapnya tanpa kedip.
Hana yang merasa tidak nyaman terus diperhatikan seperti itu mulai merasa kikuk.
"Atau... aku pakai hijab saja deh," gumamnya sembari memutar badan untuk masuk kembali ke dalam.
Namun, baru dua langkah Hana berjalan, tangan Arlan bergerak cepat meraih pergelangan tangannya. Dengan satu tarikan lembut namun pasti, Arlan menarik tubuh Hana hingga jarak di antara mereka terkikis habis. Arlan menutup pintu kamar dengan tangan lainnya, lalu menatap Hana dengan pandangan yang sangat dalam dan intens.
Arlan membera…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 56: Hakikat Cinta dan Malam yang Bersemi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments