Setelah badai konfrontasi di ruang rapat direksi mereda dan urusan pengalihan saham selesai, Arlan dan Hana melangkah keluar dari gedung Arlan Perkasa Group.
Ketegangan yang sempat menyelimuti wajah Hana perlahan mencair, digantikan oleh binar kelegaan yang luar biasa.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Namun, baru saja Arlan hendak menyalakan mesin untuk membawa mereka pulang ke rumah, Hana tiba-tiba menyentuh lengan suaminya.
"Mas... sebelum pulang, bisa tolong antar aku ke butik dulu?" pinta Hana pelan, namun terdengar sangat mantap.
Arlan seketika terpaku. Tangannya yang berada di kemudi sempat membeku selama beberapa detik. Ia menoleh, menatap istrinya dengan sorot mata yang sarat akan rasa terkejut.
Bagaimana tidak? Setelah kejadian mengerikan yang membuat Hana mengalami trauma mendalam dan depresi berat beberapa waktu lalu, menginjakkan kaki kembali ke butik milik Hana dan Inggit adalah ketakutan terbesar bagi gadis itu. Butik itu adalah saksi bisu di mana kesehatan mental Hana hancur berkeping-keping.
"Kamu... serius, Sayang? Kamu yakin?" tanya Arlan memastikan.
Suaranya melembut, menyiratkan rasa khawatir jika memori kelam itu kembali memicu kecemasan istrinya.
Hana tidak menjawab dengan kata-kata kasar. Ia hanya menyunggingkan sebuah senyuman manis yang begitu jernih, lalu mengangguk kuat.
"Iya, Mas. Aku sangat yakin. Aku ingin melihat butik lagi," jawabnya menenangkan.
Melihat pancaran tekad yang begitu kuat di kedua mata istrinya, Arlan akhirnya mengembuskan napas lega. Ia mengulas senyum bangga, lalu mengacak pelan puncak kepala Hana yang tertutup hijab, sebelum mulai melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju butik.
Begitu mobil berhenti di depan pelataran butik bernuansa elegan itu, jantung Hana sempat berdegup dua kali lebih cepat. Dari balik kaca mobil, ia menatap papan nama butik yang masih berdiri kokoh.
Hana membuka pintu mobil, turun, dan melangkah hingga kakinya tepat menginjak teras depan butik. Di sana, ia berhenti sejenak lalu menarik…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 70: Langkah Pertama Menuju Cahaya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments