Di tengah suasana hangat saat mereka berempat menikmati hidangan yang baru saja disajikan, sebuah suara bernada tinggi yang dibuat-buat tiba-tiba memecah kebersamaan mereka.
"Maaf, Bapak... mengganggu waktunya sebentar. Saya mau bimbingan, Pak."
Hana, Dila, dan Tomi serentak menoleh. Ternyata itu Lusi. Ia sudah berdiri di dekat meja mereka sambil mendekap sebuah map jinjing berisi draf skripsi.
Dila langsung menyipitkan mata, menatap Lusi dengan sorot penuh kecurigaan yang tidak ditutup-tutupi. Sementara itu, Hana hanya memandang gadis itu dengan tatapan datar dan tenang.
Penampilan Lusi siang itu benar-benar terlalu mencolok untuk ukuran seorang mahasiswi yang berniat menemui dosen pembimbingnya. Pakaiannya penuh pernak-pernik dengan warna yang sangat kontras, ditambah riasan wajah yang cukup tebal.
Tomi bahkan sampai menatap ngeri mahasiswi itu dari atas sampai bawah.
Ini anak mau bimbingan atau mau jadi lampu lalu lintas? Cerah bener, batin Tomi heran.
Arlan meletakkan garpunya, lalu menatap Lusi dengan alis bertaut rapat.
"Kita tidak ada janji temu hari ini, Lusi. Dan bagaimana kamu bisa tahu saya ada di sini?" tanya Arlan, suaranya terdengar dingin dan penuh menyelidik.
Lusi tersenyum tipis, mencoba bersikap se-sopan mungkin walau binar matanya tampak gelisah.
"Maaf sekali sebelumnya, Pak. Iya, saya memang tidak konfirmasi dengan Bapak dulu. Tadi saya kebetulan lewat dan berniat makan di sini, lalu tidak sengaja melihat Bapak. Jadi... mana tahu Bapak berkenan memeriksa draf saya sebentar, karena saya ingin cepat-cepat selesai, Pak," alibinya dengan nada memelas.
Dila yang duduk di samping Hana langsung menyenggol lengan sahabatnya itu. Ia memberikan kode mata yang sangat kentara, mengisyaratkan kalimat, Awas, Han! Ikan cupang darat mau mulai beraksi!
Hana hanya membalas dengan kedipan mata pelan, seolah ingin mengatakan bahwa ia memercayai Arlan dan yakin suaminya bisa mengatasi hal ini sendiri.
"Ini sudah di luar jam operasional dosen di kampus, Lusi. Dan saat…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 66: Duri di Meja Sebelah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Nifatul Masruro Hikari Masaru
waw singa betina mode cemburu nih
2026-05-25
1