Mobil SUV hitam milik Arlan akhirnya berhenti di pekarangan sebuah rumah mewah berarsitektur modern klasik. Rumah itu tampak asri, dikelilingi taman depan yang terawat rapi. Rama turun lebih dulu dari mobilnya, disusul oleh Arlan yang melangkah dengan dada yang bergemuruh hebat.
Rama tidak memiliki alasan lagi untuk menolak atau menyembunyikan Hana, bukti-bukti yang ditunjukkan Arlan di kantor tadi terlalu sah untuk ditentang. Wanita yang selama dua bulan ini ia lindungi adalah istri orang lain.
Begitu melangkah masuk melewati pintu utama, mereka disambut oleh Dania. Wanita paruh baya itu sempat mengernyit bingung melihat putranya pulang bersama seorang pria asing yang berwajah tegang dan sarat akan emosi.
"Rama, ini siapa?" tanya Dania, menatap Arlan penuh selidik.
Rama mengembuskan napas pendek, lalu menatap sang mama dengan pandangan sayu.
"Ma, ini Tuan Arlan. Dia... dia adalah suami Syafina. Nama asli Syafina adalah Hana."
Dania tersentak, menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut. Namun, ingatan tentang ucapan Hana di balkon tadi pagi.
“Ma.. nama aku Hana... Hana Syafina” membuat kepingan teka-teki itu mendadak menyatu di kepala Dania. Wanita tua itu mengangguk paham, matanya mulai berkaca-kaca menatap Arlan yang kini berdiri dengan tubuh gemetar menahan getaran emosi.
"Mari, Nak Arlan. Ikut Mama," ucap Dania lembut, beralih memanggil dirinya sendiri dengan sebutan 'Mama' demi memberikan kenyamanan.
"Hana sedang ada di taman belakang. Dia sedang memberi makan ikan di gazebo."
Mendengar nama itu disebut, jantung Arlan seolah melompat dari tempatnya. Detak jantungnya berpacu begitu kencang, campuran antara rasa haru, rindu yang membakar selama tiga bulan lebih, dan ketakutan yang tak beralasan. Ia mengangguk kaku, mengikuti langkah Dania membelah area dalam rumah menuju pintu kaca besar yang pembatas taman belakang.
Begitu pintu kaca digeser, pemandangan hijau taman belakang menyambut indra penglihatan Arlan. Di sana, di sebuah gazebo kayu yang berada…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 83: Pelabuhan Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments