Suasana koridor rumah sakit malam itu begitu mencekam. Derap langkah kaki yang tergesa-gesa memecah kesunyian malam ketika Umi dan Abi Arlan tiba dengan wajah pucat pasi.
Kepanikan tergurat jelas di wajah paruh baya mereka begitu menerima kabar bahwa putra mereka mengalami kecelakaan hebat. Tidak berselang lama, Mama dan Papa Hana pun tiba dengan kondisi yang tak kalah mengenaskan. Napas Mama Hana tersengal-sengal, matanya sembap, dan tangannya terus gemetar hebat mencengkeram lengan suaminya.
Pintu ruang tindakan akhirnya terbuka. Seorang dokter dengan jas putih melangkah keluar, langsung dikerumuni oleh dua keluarga yang dilingkupi kecemasan mutlak.
"Dokter! Bagaimana keadaan anak dan menantu saya? Bagaimana Arlan dan Hana?" cecar Umi Arlan dengan suara bergetar, menahan tangis yang sejak tadi menggantung di pelupuk mata.
Dokter itu mengembuskan napas pendek, mencoba memberikan senyuman menenangkan.
"Keluarga dari Bapak Arlan? Alhamdulillah, kondisi fisik pasien saat ini relatif stabil. Benturan di kepalanya cukup keras hingga menyebabkan luka robek dan pendarahan luar, namun beruntung tidak sampai mengenai jaringan otak dalam atau memicu pendarahan intrakranial. Meski begitu, kami tetap akan melakukan pemeriksaan CT Scan lanjutan untuk memastikan semuanya benar-benar aman."
Mendengar hal itu, helaan napas lega sempat terdengar. Namun, dokter itu melanjutkan dengan raut agak ragu.
"Hanya saja... sejak pasca-trauma tadi di ruang tindakan, pasien terus-menerus mengigau dan bergumam memanggil satu nama. Hana... Hana... begitu katanya."
Mama Hana langsung maju selangkah, air matanya menetes.
"Iya, Dokter! Hana itu istri dari Arlan, anak menantu saya! Bagaimana keadaan Hana? Di mana dia dirawat? Apa dia terluka parah?!"
Pertanyaan bertubi-tubi itu justru membuat sang dokter mengerutkan kening. Wajahnya berubah menjadi sangat bingung.
"Maaf? Istri? Dari laporan tim medis ambulans dan kepolisian di lapangan, korban kecelakaan mobil sedan tersebut yang dievakuasi ke rumah…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 76: Kabar dari Hilang Arus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments