Keesokan harinya, suasana di kamar utama terasa jauh lebih hangat. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui celah gorden, menemani rutinitas baru sepasang suami istri yang kini telah menyatu. Arlan berdiri di depan cermin besar, merapikan kerah kemeja kerjanya. Dari pantulan cermin, ia bisa melihat Hana yang sedang merapikan tas kuliahnya di atas ranjang.
Arlan berbalik, melangkah mendekat dengan senyuman khasnya yang kini jauh lebih sering terkembang. Ia merengkuh pinggang Hana dengan lembut, membuat gadis itu mendongak menatapnya.
"Saya berangkat ke kantor dulu ya hari ini. Ada beberapa dokumen perusahaan yang harus segera saya tanda tangani sendiri," pamit Arlan dengan suara baritonnya yang tenang.
Hana mengangguk patuh, tangannya bergerak natural merapikan dasi Arlan yang sedikit miring.
"Iya, Mas. Oh iya, Hana juga ada janji mau ketemu Dila hari ini."
Mendengar nama sahabat istrinya disebut, Arlan menaikkan sebelah alisnya.
"Ketemu di mana? Mau saya antar sekalian?" tawarnya sigap, selalu ingin memastikan keamanan Hana setelah rentetan teror kemarin.
Hana menggeleng cepat sembari tersenyum menenangkan.
"Tidak usah, Mas. Dila yang mau ke sini kok," jawab Hana.
Arlan mengangguk paham. Keamanan Hana tentu lebih terjamin jika berada di dalam rumah, apalagi ia sudah menitipkan pesan ketat pada Bi Ina. Arlan menunduk sedikit, mengecup pucuk kepala Hana dengan sangat lama dan penuh kasih sayang sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan rumah.
Setelah mobil Arlan terdengar melaju meninggalkan halaman, Hana turun ke ruang makan untuk menikmati sarapannya. Pagi ini ia membiarkan rambut hitamnya terurai bebas karena belum sepenuhnya kering. Ia tidak sempat menggunakan hair dryer tadi lantaran buru-buru menemani Arlan bersiap.
Hana baru saja menyuap sesendok nasi goreng buatan Bi Ina ke dalam mulutnya ketika tiba-tiba pintu depan terbuka dengan kasar. Langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar menggema, disusul munculnya sesosok gadis dengan wajah yang ditekuk sedemi…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 63: Drama Pagi dan Bocoran Kamar Utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Arin
Seneng deh sama Dilla..... sahabat yang kelakuannya ajaib😁😁😁
2026-07-09
1