Assalamualaikum temen-temen
Maaf ya aku Udah lama banget baru bisa up bab cerita ABP
Soalnya beberapa waktu lalu aku lagi sibuk banget sama persiapan pentas seni murid aku di sekolah, terus berlanjut aku mau wisuda jadi ketunda deh hehehe
Tapi Alhamdulillah aku bisa wisuda di bulan Juni ini, makasih banyak ya buat kalian yang udah doain
Dan semoga selalu suka sama cerita ini, terus ikutin sampai tamat ya
Yuk mampir ke karya aku lainnya, dijamin ga kalah seru
Salam hangat dari Author 🫶
Selamat membaca teman-teman🥰
***
Atmosfer di dalam mobil sedan hitam itu mendadak berubah drastis setelah melewati tikungan jalan. Jika sebelumnya suasana terasa hangat dan manis, kini udara di sekitar kursi belakang terasa seolah suhunya turun hingga di bawah nol derajat Celsius.
Arlan duduk bersandar dengan tegap, kedua tangannya bersedekap di depan dada. Pandangannya lurus menatap kaca depan, mengabaikan pemandangan kota yang berlalu. Wajahnya kembali ke setelan pabrik, datar, kaku, dan dingin persis seperti julukan lamanya di kampus, "dosen kulkas".
Hana yang duduk di sampingnya mulai merasa tidak nyaman. Ia melirik suaminya dari samping. Merasa ada yang tidak beres, Hana perlahan menggeser duduknya mendekat, lalu menyentuh lengan kekar Arlan yang terbalut kemeja.
"Mas Arlan..." panggil Hana lembut.
Tidak ada sahutan. Arlan hanya berdehem pendek tanpa menoleh sedikit pun.
"Ya."
Hana menahan senyumnya. Ia tahu betul tanda-tanda ini. Pria di sampingnya ini sedang kesal, tapi gengsinya yang setinggi langit itu jelas melarangnya untuk mengamuk terang-terangan di depan Pak Amat yang sedang fokus menyetir di depan.
"Mas kesal, ya?" tebak Hana.
Hana sengaja memiringkan kepalanya mengintip ekspresi wajah suaminya.
Arlan memperbaiki posisi duduknya, melepaskan sedekap tangannya lalu merapikan lipatan celananya dengan gerakan yang dibuat seolah-olah ia sedang sangat sibuk.
"Kesal karena apa? Saya tidak punya alasan untuk kesal, Hana."
"Masa, sih?" goda Hana lagi, kini berani meraih jemari…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Draft
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments