Malam semakin larut, namun kantuk enggan menyapa Arlan. Di kamar yang masih menyisakan aroma parfum soft floral milik mendiang istrinya, Arlan duduk bersandar pada kepala ranjang. Di tangannya, sebuah bingkai foto perak berkilau tertimpa cahaya lampu tidur yang temaram.
Dalam foto itu, Inggit tersenyum lebar dengan latar belakang taman bunga. Foto itu diambil tiga tahun lalu, saat wajahnya masih segar dan pipinya masih merona, sebelum kanker rahim menyerang dan merenggut segala keceriaannya secara perlahan.
Satu tetes air mata jatuh tepat di atas kaca bingkai itu. Arlan segera menghapusnya dengan jemari yang gemetar.
"Dia mau, sayang... Hana setuju menikah denganku, sesuai wasiatmu," bisik Arlan lirih. Suaranya pecah di tengah kesunyian kamar.
Arlan memeluk foto itu ke dadanya, menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong.
"Namun, apakah dia akan bahagia denganku? Apakah aku bisa menjadi pelindung yang baik seperti yang kamu minta? Dia masih sangat muda, Inggit... dia punya dunia yang seharusnya lebih ceria dari ini."
Pikiran Arlan melayang, terseret ke dalam lorong waktu beberapa bulan silam, saat Inggit pertama kali membawa "rekan bisnis spesialnya" ke rumah ini.
Flashback
"Loh, Pak Arlan?!"
Hana berdiri di ambang pintu ruang tamu dengan wajah terperangah. Ia masih mengenakan almamater kampus yang tersampir di lengannya. Wajahnya yang ceria tampak kaget melihat sosok pria yang biasanya ia temui di balik podium kelas kini berdiri di hadapannya tanpa setelan formal.
Inggit tertawa kecil melihat ekspresi mahasiswi suaminya itu.
"Iya, ini Mas Arlan, suami saya, Hana."
Hana mendadak salah tingkah.
"Loh, kalau gitu saya tidak boleh panggil Mbak Inggit lagi dong? Harus panggil Bu Inggit. Tidak sopan kalau panggil Mbak ke istri dosen sendiri... eh, maksud saya, Bu..."
Arlan tersenyum geli melihat kegugupan Hana.
"Panggil apa saja senyamannya kamu, Hana. Di luar kampus, saya bukan dosenmu."
"Tidak apa-apa, Han. Supaya saya merasa tetap muda walau umur sudah hampir k…
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan
Bab 11: Bayang-Bayang di Balik Bingkai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments